BPOM Uji Sampel Terasi Di Kab. Rembang, Hasilnya Cukup Mengejutkan
Sample jajanan yang tidak aman dikonsumsi, karena mengandung bahan berbahaya, ditunjukkan saat kegiatan forum diskusi bersama BPOM Jawa Tengah.
Sample jajanan yang tidak aman dikonsumsi, karena mengandung bahan berbahaya, ditunjukkan saat kegiatan forum diskusi bersama BPOM Jawa Tengah.

Rembang – Pengujian produk terasi di Kabupaten Rembang, hasilnya 43 % masih mengandung zat berbahaya pewarna tekstil Rhodamin B dan 57 % aman.

Hal itu diketahui setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Tengah menguji 37 sampel terasi yang diambil dari sarana produksi di lima desa. Rinciannya, 21 negatif dan 16 positif Rhodamin B.

Selain itu, ada pula uji sampel terasi di Pasar Induk Kota Rembang sebagai tempat distribusi. Dari 29 sampel, hasilnya 19 negatif (66 %) dan 10 positif (34 %).

Ketua Tim Komunikasi, Informasi, dan Edukasi BPOM Jawa Tengah, Novi Eko Rini menyatakan penggunaan pewarna tekstil seperti Rhodamin B harus dihentikan.

“Penggunaan pewarna tekstil Rhodamin B yang berwarna merah itu supaya tidak digunakan lagi oleh para pelaku usaha. Tujuannya apa, supaya tidak menimbulkan risiko kesehatan pada konsumen yang mengkonsumsi terasi,” jelasnya.

Rhodamin B tidak hanya ditemukan dalam terasi, tetapi juga dalam jajanan warna-warni yang sering dibeli anak-anak. Novi menyebut orang tua harus mengajarkan anak-anak memilih jajanan yang aman.

Salah satu ciri jajanan mengandung Rhodamin B adalah warna makanan cerah dan mencolok.

“Salah satu indikatornya adalah warnanya yang mencolok, banyak titik-titik warna merah yang tidak larut. Karena salah satu sifat dari Rhodamin B ini memang tidak bisa larut dalam air atau bahan makanan yang mengandung air,” terang Novi.

BPOM bersama dinas terkait mengajak para pelaku usaha segera beralih menggunakan pewarna makanan yang aman untuk pembuatan terasi.

Apalagi bagi pelaku usaha produksi pangan yang nekat memakai bahan berbahaya, dapat dijerat hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 10 Miliar.

Kader PKK Dilibatkan

Kamis kemarin (04/07), BPOM Jawa Tengah menggelar forum diskusi di Gedung Hijau Rembang, dengan menghadirkan kader PKK.

Mereka dibekali pengetahuan tentang keamanan pangan serta cara menguji pewarna tekstil pada terasi dengan alat uji cepat kualitatif (test kit).

Setelah mendapatkan bekal, para kader PKK diminta terjun ke daerah masing-masing untuk memeriksa dan memberikan edukasi tentang bahaya Rhodamin B kepada warga.

“Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat Rembang lebih waspada terhadap produk makanan yang mengandung Rhodamin B dan dapat memilih makanan yang lebih aman untuk dikonsumsi,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.