
Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang menggenjot program ketrampilan bagi calon tenaga kerja, supaya mereka memiliki bekal yang cukup untuk bersaing di dunia kerja.
Wakil Bupati Rembang, M. Hanies Cholil Barro’ menyampaikan hal itu seusai menghadiri puncak peringatan Hari Buruh (May Day) di halaman Kantor Dinas Perindustrian Dan Tenaga Kerja, hari Rabu (22 Mei 2024).
Menurutnya, kelas-kelas les ketrampilan yang dibuka semakin beragam, sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan.
“Banyak sekali les-les ketrampilan di Dinas Perindustrian Dan Tenaga Kerja, jadi bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan ketrampilan,” tandasnya.
Wakil Bupati menilai iklim kerja yang kondusif di Kabupaten Rembang patut disyukuri. Ia berharap kedepan akan semakin membuka kran industrialisasi.
“Tentu semua ini berkat kerja sama antara Pemkab, perusahaan dan asosiasi pekerja. Suasana kondusif, dinamikanya bisa dikendalikan dengan baik,” terang Wakil Bupati yang akrab disapa Gus Hanies ini.
Dominasi Pekerja Perempuan
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Dan Tenaga Kerja Kabupaten Rembang, Dwi Martopo optimis angka pengangguran di wilayahnya akan semakin menurun.
Apalagi tahun 2022, angka pengangguran di Kabupaten Rembang sempat terendah se-Jawa Tengah. Kemudian tahun 2023, nomor tiga terendah se-Jateng.
Ia mencontohkan pabrik sepatu PT PWI yang menargetkan perekrutan 1.500 tenaga kerja baru, tapi kenyataannya tidak terpenuhi.
“Sampai hari ini belum terpenuhi, ada apa sebetulnya ? perlu kita bangun pemahaman masyarakat, kerja nggak harus di pabrik, tapi juga bisa wirausaha,” bebernya.
Dwi mengakui perusahaan lebih membutuhkan tenaga kerja perempuan, ketimbang merekrut tenaga kerja laki-laki.
“90 persen perempuan, 10 persen laki-laki, itu tantangan kita. Nanti seleksi alam, petanya seperti apa, akan kita ketahui. Pelan-pelan masyarakat Rembang disuruh belajar atas fenomena ini,” kata Dwi.
Pada acara puncak Hari Buruh, turut diserahkan hadiah bagi pemenang turnamen futsal, pembagian doorprize dan hiburan musik. Tahun ini mengangkat tema “May Day Is Terampil Day”.
Adimas Lutfi Nugraha dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Rembang mengungkapkan momen May Day sering dijadikan sarana buruh untuk menyuarakan aspirasi.
Namun ia menekankan supaya dalam menyampaikan aspirasi tetap mengedepankan cara-cara yang bijak dan positif.
“Harapan kami tentu kesejahteraan buruh akan terus meningkat. Laju inflasi dan harga kebutuhan yang naik, hendaknya menjadi pertimbangan utama dalam menentukan besaran upah minimum,” ujar Adimas. (Musyafa Musa).

