
Rembang – Kawasan Alun-Alun Rembang dipastikan akan menjadi lebih keren, setelah Pemkab Rembang siap menggelontorkan anggaran Rp 8,7 Miliar. Fungsi Alun-Alun pun akan dikembalikan sepenuhnya menjadi tempat publik dan tidak untuk berjualan pedagang kaki lima (PKL).
Bupati Rembang, Abdul Hafidz memperinci anggaran Rp 1,7 Miliar dialokasikan tahun ini untuk penataan jaringan kabel dan lampu penerangan, sedangkan Rp 7 Miliar dikucurkan tahun 2023, guna mempercantik Alun-Alun.
“Awalnya rencana anggaran hampir Rp 10 Miliar, tapi karena keterbatasan, kami tekan menjadi Rp 8,7 M. Yang 1,7 tahun ini, sedangkan 7 M tahun depan. Ini sudah masuk KUA PPAS (kebijakan umum anggaran prioritas plafon anggaran sementara), jadi hampir pastilah, “ ujarnya, Selasa (06 September 2022).
Hafidz menegaskan setelah ditata, Alun-Alun Rembang dikembalikan fungsinya sebagai tempat masyarakat untuk bersantai maupun olahraga.
Sedangkan para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Alun-Alun, akan dipindahkan ke kawasan Taman Kartini, yang mulai tahun 2023 juga ditata.
“Taman Kartini itu kebutuhan anggarannya sampai Rp 45 Miliar. Tapi dana yang sudah siap, baru Rp 10 Miliar. Jadi pedagang kaki lima Alun-Alun, kita pindah ke situ semua, “ terang Bupati.
Ditanya perbedaan mencolok Alun-Alun Rembang akan seperti apa ? Bupati menyebut keramik Alun-Alun kelak dibongkar semua dan diganti dengan granit.
Identitas Alun-Alun Rembang ditinggikan, kemudian bagian depan dilengkapi replika kapal untuk menunjukkan Rembang daerah pesisir.
“Hasil paparan konsultan dari Yogyakarta, kapal identitasnya ada dua, yang bawah besar, yang atas kecil. Insyaallah proyeknya digarap tahun 2023, “ ungkapnya.
Selain itu, pojok barat dan timur sebelah utara Alun-Alun diperindah dengan air mancur. Menurutnya, belakangan ini cukup banyak warga luar daerah yang singgah ibadah sholat ke Masjid Agung Rembang.
Otomatis mereka juga menikmati penampilan Alun-Alun yang berdekatan dengan Masjid Agung.
Make over Alun-Alun termasuk salah satu upaya memenuhi janjinya, ingin menata Kota Rembang.
“Ibaratnya tak sekedar menjadi ikon, tapi juga tempat wisata, tentu akan semakin banyak orang transit mampir ke situ. Jadi sekali lagi, kita kembalikan untuk tempat publik. Tahun 2023, 2024 kami akan fokus ke kota, karena periode kemarin, terus terang saja kota kami tinggal, “ pungkas Bupati.
Selain Alun-Alun, saat ini sejumlah tugu identitas di Kota Rembang, seperti kawasan Tugu Lilin dan Tugu Adipura depan gedung DPRD juga sudah dirombak. Menyusul nantinya pemasangan identitas di Perempatan Galonan, sebagai bagian memperindah kota. (Musyafa Musa).

