
Rembang – Cuaca panas terik berpotensi memengaruhi kualitas hasil panen dan nilai jual di Kabupaten Rembang.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, mengatakan komunikasi antara pemerintah daerah, petani, dan perusahaan mitra, PT Sadhana Arifnusa, penting untuk menampung aspirasi sekaligus mencari solusi atas persoalan yang dihadapi petani.
Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah penanganan tembakau setelah panen, terutama proses penjemuran saat intensitas panas matahari tinggi.
Menurut Agus Iwan, pemahaman mengenai penanganan hasil panen perlu diperkuat agar petani dapat menyesuaikan proses pengolahan dengan kondisi cuaca.
“Terik yang terlalu tinggi, jika tidak bisa dikelola dengan baik, justru dapat menurunkan kualitas tembakau. Dikiranya dengan penjemuran yang terlalu terik ini malah lebih bagus, ternyata pada titik tertentu justru membuat kualitas tembakau turun sehingga harganya juga turun,” jelasnya di sela-sela panen raya tembakau di Desa Jatihadi, Kecamatan Sumber, Rabu (21/10/2026).
Agus Iwan menambahkan, Dintanpan telah meminta konfirmasi kepada PT. Sadhana Arifnusa, terkait keluhan petani mengenai penurunan harga tembakau.
Dari komunikasi tersebut, kondisi cuaca yang terlalu panas dan penanganan selama proses penjemuran menjadi sejumlah hal yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kualitas tembakau.
Karena itu, Dintanpan mendorong PT. Sadhana untuk memperkuat pendampingan edukatif kepada petani. Melalui pendampingan tersebut, petani diharapkan memperoleh pemahaman mengenai penanganan hasil panen yang sesuai dengan kondisi cuaca dan kebutuhan kualitas tembakau.
“Ini yang menjadi perhatian semua pihak agar PT. Sadhana bisa mendampingi, bagaimana petani bisa menyikapi dengan baik kondisi cuaca yang ekstrem ini,” terangnya.
Iwan berharap komunikasi antara petani, pemerintah daerah, dan perusahaan mitra terus berjalan sehingga berbagai keluhan dan masukan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas hasil panen.
Ia juga mengajak petani tetap semangat mengembangkan tembakau yang menjadi salah satu komoditas penting di Kabupaten Rembang.
“Harapannya para petani terus semangat. Tembakau ini komoditas penting di Rembang. Tahun depan belajar dari tahun ini, semoga lebih baik,” pungkas Iwan.
Luas tanaman tembakau di Kabupaten Rembang tahun 2026 ini mencapai 7.900 hektar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya 7.400 hektar. (Musyafa Musa).
