Siswa Dan Guru SMA N 1 Rembang Alami Gejala Keracunan, Usai Konsumsi MBG
SMA N 1 Rembang. (smansarembang.sch.id).
SMA N 1 Rembang. (smansarembang.sch.id).

Rembang – Sebanyak 104 orang siswa dan 7 orang guru SMA N 1 Rembang, hari Jum’at (25 September 2026) mengalami gejala mual, muntah dan diare, diduga usai mengonsumsi MBG pada hari Kamis kemarin.

Kepala Sekolah SMA N 1 Rembang, Endang Sri Lestari, saat dikonfirmasi menjelaskan jumlah tersebut berdasarkan hasil pendataan kelas per kelas.

Banyak dari mereka yang mengaku diare 2-3 kali, rata-rata dirasakan sejak Kamis malam.

“Ya betul, yang mengalami gejala mual dan diare 104 anak dan 7 orang guru. Saya sendiri termasuk yang makan, tapi alhamdulillah aman, nggak apa-apa. Mungkin antar orang kondisinya berbeda-beda ya mas,” ungkapnya.

Saat kejadian, dirinya baru dalam perjalanan, usai rapat dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan.

Setelah menerima laporan dari guru, pihaknya kali pertama memastikan siswa segera mendapatkan penanganan.

Mereka dirawat di ruang UKS, kemudian berangsur-angsur membaik, sehingga bisa kembali mengikuti proses pembelajaran.

Sejauh ini, sampai Jum’at sore, tidak ada yang menjalani perawatan di Puskesmas maupun rumah sakit.

“Bisa ditangani di UKS, dikasih obat diare. Saya pantau terus, jam 11.00 siang kondisi anak-anak sudah membaik, ikut kegiatan belajar mengajar lagi. Oh ya sudah,” kata Endang.

Menurutnya, yang ia ingat menu MBG hari Kamis kemarin berupa nasi, penthol, bakwan plus saus. Soal pemicu siswa mengalami gejala mual dan diare, belum bisa memastikan.

Namun ia menyebut dari pihak SPPG Magersari 2 selaku penyalur MBG sudah melakukan langkah-langkah penanganan, dengan menyerahkan obat diare dan minuman Hydrococo, sebagai bentuk antisipasi awal.

“Saya langsung telefon kepala SPPG-nya, untuk datang ke sekolah. Setelah mengecek, pihak SPPG bilang sudah konsultasi dengan dokter, untuk ngasih obat diare dan Hydrococo. Tapi saya sampaikan jika ada anak masih sakit, paling tidak sampai Senin besok, tolong panjenengan tanggung jawab, dijawab iya gitu. Tapi semoga saja nggak ada,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala SPPG Magersari 2 maupun Korwil Kepala SPPG Kabupaten Rembang sudah kami konfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Namun sampai berita ini diturunkan pukul 20.30 Wib Jum’at malam, belum memberikan tanggapan.

Kejadian di SMA N 1 Rembang ini menambah daftar panjang dugaan keracunan MBG, setelah keracunan massal di SMP N 5 Rembang, SMA N 1 Lasem, MAN Lasem, serta MTs N Lasem. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.