
Sumber – Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil (bumil) di Kecamatan Sumber masih menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian serius. Apabila kondisi tersebut tidak teratasi dengan baik, dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah kesehatan pada bumil.
Hal tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Sumber, Marlisa Nineng Sari, saat kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektoral dan Forum Konsultasi Publik (FKP), di Aula Puskesmas Sumber, Rabu (11/02).
Marlisa mengatakan kasus KEK pada ibu hamil tersebar dihampir semua desa di Kecamatan Sumber. Untuk kasus terbanyak berada di Desa Grawan dan Desa Sekarsari, yang sama – sama terdapat 7 orang.
Sementara Desa Logung dinobatkan sebagai desa nihil kasus KEK pada tahun 2025.
“Tapi nggak apa – apa, asal bumilnya kooperatif makan dan minum yang banyak, mau minum susu, nanti berat badannya akan naik dengan sendirinya,” imbuh Marlisa.
Pihaknya berharap wacana program MBG untuk Bumil, Busui dan Balita non-PAUD (B3) bisa segera dijalankan, agar mampu menunjang kesehatan ibu hamil di Kabupaten Rembang.
“Sebentar lagi sepertinya akan ada MBG untuk B3. Semoga dengan program tersebut bumil yang KEK bisa berangsur – angsur membaik kondisinya,” harapnya.
Marlisa menambahkan, sepanjang tahun 2025 jumlah ibu hamil di Kecamatan Sumber mencapai 148 orang. Dari jumlah itu, Desa Tlogotunggal menjadi penyumbang terbanyak, dengan jumlah 21 orang ibu hamil.
“Tlogotunggal jadi desa penyumbang ibu hamil terbanyak. Kalau yang paling sedikit di Desa Polbayem,” tuturnya.
Untuk menekan jumlah kasus KEK pada ibu hamil di wilayah kerjanya, Puskesmas Sumber akan memaksimalkan peran bidan yang ada di desa.
Selain itu, masyarakat juga bisa memanfaatkan pelayanan Puskesmas Pembantu (Pustu), yang sudah berdiri di Desa Grawan, Kedungasem, Krikilan, Jatihadi dan Sekarsari.
“Insyaallah kami juga akan tambah desa yang akan mengampunya yaitu di Desa Jadi,” pungkas Marlisa. (Wahyu Adi).

