MBG Di Rembang Terhenti, Puluhan Sekolah Terdampak (Pemicunya Diduga Dana Belum Cair)
Puluhan sekolah tidak lagi menerima MBG, per hari Selasa (16/12). Salah satunya SMP N 2 Rembang.
Puluhan sekolah tidak lagi menerima MBG, per hari Selasa (16/12). Salah satunya SMP N 2 Rembang.

Rembang – Siswa di 37 sekolah dari berbagai tingkatan di Kecamatan Rembang, per hari Selasa (16 Desember 2025), tidak mendapatkan program makan bergizi gratis (MBG), seperti hari-hari sebelumnya.

Hal itu diduga karena dana dari pemerintah pusat kepada dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum cair, sehingga berdampak terhadap penyaluran MBG berhenti sementara.

Salah satu sekolah yang mengalami kejadian tersebut adalah SMP N 2 Rembang.

Salah satu siswi SMP N 2 Rembang, Calista Gia Permata Putri mengaku selama ini sangat senang mendapatkan MBG, karena menunya variatif dan bisa menghemat uang saku.

“Biasanya kita makan MBG jam 11.30 Wib. Ya kaget tadi, sempat jadi bahan perbincangan di dalam kelas, kenapa hari ini kok nggak ada MBG,” ucapnya.

Siswi dari Desa Kabongan Lor Rembang ini berharap MBG dapat normal lagi, sehingga ia bisa menabung dari menyisihkan uang saku.

“Semoga MBG ada lagi dan kita bisa nabung lagi,” imbuh Calista.

Sejumlah siswi lain turut menimpali pertama kali menerima informasi tidak ada MBG, sejak Senin malam (15/12).

Sebagian siswa kemudian mengantisipasi dengan membawa bekal dari rumah, hari Selasa.

“Ada yang bawa bekal, ada yang nggak. Kita juga berharap, MBG nya normal lagi,” kata beberapa siswa.

Kepala SMP N 2 Rembang, Wiyono menyampaikan berdasarkan surat dari SPPG, penghentian sementara MBG sampai kapan, belum ditentukan jadwalnya.

“Nanti kita update setiap hari perkembangannya mas,” tuturnya.

Wiyono menambahkan sekolahnya sudah menerima MBG sejak bulan Agustus 2025. Totalnya berjumlah 883 porsi setiap hari.

“Kita termasuk sekolah yang paling awal menerima MBG di Kota Rembang. Ini kan masa jeda setelah tes ya, sebentar lagi masa liburan, mulai tanggal 22 Desember sampai tanggal 03 Januari 2026,” kata Wiyono.

Wiyono berharap MBG dapat lancar lagi, karena menurutnya memang sangat diharapkan para siswa.

“Kita tentu nggak ingin ada seperti ini ya, muda-mudahan bisa teratasi dan tidak terlalu lama berhenti,” imbuhnya.

Penghentian sementara MBG ini diduga karena dana dari pusat belum cair, sehingga berdampak pada operasional dua SPPG.

Informasi yang kami kumpulkan, SPPG tersebut bahkan sudah menalangi MBG selama seminggu terakhir.

Sambil menunggu kejelasan pencairan dana, untuk sementara penyaluran dihentikan dulu.

Saat kami menghubungi pihak SPPG, mereka memilih tidak memberikan keterangan resmi. Alasannya, menghargai program pemerintah, seraya berharap masalah dana cepat selesai.

“Kami ini kan mitra pemerintah ya. Kita berusaha memberikan dukungan terbaik untuk program MBG. Kalau ada kendala, kita tunggu kabar selanjutnya, yang jelas ini sifatnya berhenti sementara. Do’akan semoga bisa berjalan lagi,” ujar salah satu pengurus yayasan.

Dihubungi terpisah, Juru bicara MBG Pemkab Rembang, Fahrudin menyatakan pihaknya akan mengkoordinasikan masalah ini.

“Kebetulan saya masih di luar kota mas, kita komunikasikan dengan pihak-pihak terkait,” tandas Fahrudin yang juga Sekda Rembang ini. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan