Mengenang Sosok Oni Abi Wahono : Pesan Terakhir Dan Detik-Detik Menjelang Berpulang
Oni Abi Wahono saat nyekar ke makam isterinya, Esti Budiarti. (Foto atas) Dua sahabat karib, Oni Abi Wahono dan Thomas Manggala yang membentuk group Thomson Radio.
Oni Abi Wahono saat nyekar ke makam isterinya, Esti Budiarti. (Foto atas) Dua sahabat karib, Oni Abi Wahono dan Thomas Manggala yang membentuk grup Thomson Radio.

Rembang – Direktur Radio R2B Rembang, Abi Wahono (Oni), Sabtu 27 September 2025 sekira pukul 20.40 Wib menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Bhina Bhakti Husada.

Pria berusia 68 tahun tersebut masuk rumah sakit sejak Jum’at malam (26/09), lantaran mengeluh sakit perut, usai minum kopi dan legen dalam sebuah pertemuan.

Setelah periksa ke dokter, langsung diminta menjalani rawat inap di rumah sakit.

Sabtu pagi, biasanya krew Radio R2B olahraga di Alun-Alun Rembang, memilih langsung menjenguk ke rumah sakit. Di ruang perawatan lantai 4, kondisi Oni Abi Wahono sekilas masih terlihat baik dan mengobrol seperti biasa.

“Ojo lali lho yo, hari Selasa ikut meeting (survey pendengar),” pesannya dari tempat tidur, sekaligus sebagai pesan terakhir.

“Nggeh pak,” saya jawab singkat.

Obrolan mengalir diselingi candaan, meski kadang hanya terdengar suara lirih dari mantan Ketua Orari Kabupaten Rembang ini.

Kebetulan dua putrinya, Desyantina Wanarti Putri dan Noviyanita Wanarti Putri, beserta 4 cucunya sudah berada di rumah sakit.

Raut wajahnya terlihat senang, seperti tak mengira Noviyanita yang tinggal di Jakarta ternyata sudah tiba di Rembang. Ia memeluk putri keduanya itu dengan sangat erat.

Kami lalu berpamitan, seraya menyelipkan do’a kesembuhan. Sabtu malam, kondisi Abi Wahono semakin menurun, kemudian masuk ruang ICU.

Bahkan harus dipacu jantung, hingga akhirnya pukul 20.40 Wib, pria yang mendirikan Radio R2B sejak tahun 1994 ini, menghadap Allah SWT.

Putri pertama, Desyantina Wanarti Putri mengaku tak menyangka ayahnya akan berpulang secepat itu.

“Karena dari pagi sampai menjelang Maghrib, bapak masih ngobrol dan bercanda. Semuanya masih nggak bisa dipercaya om, karena sebelumnya bapak memang nggak sakit. Bapak nggak ada pesan apa-apa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kundiantoro, salah satu krew Radio R2B menyebut Almarhum sebagai sosok yang tegas, pekerja keras, disiplin dan selalu serius ketika mengerjakan sesuatu.

“Sisi lain yang saya ingat adalah beliau menunaikan ibadah haji kira-kira tahun 2006 lalu. Namun tidak pernah mau dipanggil pak Haji, apalagi menyematkan gelar Haji di namanya, nggak mau,” kenangnya.

Oni Abi Wahono menikahi isteri pertama, Esti Budiarti. Esti meninggal dunia pada tanggal 28 September 2010.

Setelah itu, menikah lagi dengan isteri kedua, Lusy Indah Ratnawati. Lusy berulang kali jatuh pingsan, selama berada di rumah sakit maupun rumah duka, lantaran shock.

Oni meninggal dunia tanggal 27 September 2025. Atas kesepakatan pihak keluarga, jenazahnya dimakamkan di makam Notoprajan Rembang, berdekatan dengan pusara makam Almarhumah Esti Budiarti, pada hari Minggu 28 September 2025 pukul 13.00 Wib, berangkat dari rumah duka di Kasingan Desa Sukoharjo Rembang.

Selamat jalan pak Oni, kami akan selalu mengenang kebaikanmu. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan