
Rembang – Jumlah pelatihan di Balai Latihan kerja (BLK) Kabupaten Rembang tahun 2025 ini berkurang, karena adanya efisiensi anggaran pemerintah pusat.
Dari semula 14 paket, kini tinggal 5 paket dan kebetulan sudah selesai pada awal tahun. Kelimanya adalah pembuatan roti dan kue, rias wajah, desainer grafis muda, menjahit pakaian wanita dewasa dan pembuatan batik tulis. Setiap paket, pesertanya berjumlah 15 orang.
Kepala BLK Rembang, Diah Kurnia Ningrum membenarkan banyak masyarakat yang menanyakan jadwal pelatihan, terutama bagi lulusan SMA/SMK yang tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
“Banyak warga bertanya, kapan ada pelatihan lagi. Ada yang datang langsung ke BLK, ada pula yang menghubungi lewat media sosial,” ujar Diah.
Untuk jenis pelatihan yang belum dapat dilaksanakan, karena imbas efisiensi, diantaranya menjahit, tata boga, pengelasan, otomotif, servis AC, desain grafis dan rias wajah. Setiap kejuruan awalnya dirancang berisi 16 peserta per paket.
Menurut Diah, minat masyarakat terhadap pelatihan kerja di BLK terus meningkat dari tahun ke tahun. Tak sekedar menambah bekal ketrampilan, tapi peserta mendapatkan manfaat yang nyata dan lebih siap bersaing di dunia kerja.
“Peserta nggak hanya dapat ilmu dan sertifikat. Tapi selama pelatihan satu bulan, mereka juga memperoleh seragam, makan siang, hingga uang transport,” terangnya. (Musyafa Musa).

