
Rembang – Moment bagi-bagi ternak kambing dadakan terjadi, saat Bupati Rembang, Abdul Hafidz hadir dalam kegiatan “Lebaran Yatim” yang berlangsung di Gedung Haji Rembang, hari Senin (22/07).
Awalnya, Bupati menawarkan siapa yang ingin merawat ternak kambing ? Ternyata tamu undangan yang mayoritas anak yatim, piatu, anak disabilitas beserta orang tuanya, sempat tidak ada yang tunjuk jari. Entah malu maju kedepan atau masih pikir-pikir.
Bupati pun berseloroh, umumnya warga enggan bekerja keras, tapi kalau langsung dapat uang mau.
“Iki menunjukkan nek kon kerja keras do ora gelem,” ujarnya.
Mendengar sentilan tersebut, seorang ibu warga Desa Lemahputih Kecamatan Sedan tergopoh-gopoh maju mendekati Bupati. Bupati terkejut saat memperkenalkan diri, ibu itu bernama Ardiana.
“Jenenge Ardiana golek rambanan (pakan ternak-Red), masuk opo ora iki, oh aslinya Malang, cuman dapat suami warga Lemahputih,” kata Bupati.
Bupati kemudian bertanya lagi apakah di Desa Lemahputih banyak pakan ternak ? Ardiana langsung menyampaikan banyak.
“Kathah (banyak) pak,” jawabnya malu-malu.
Ardiana sendiri punya anak berkebutuhan khusus, Bupati pun memberikan dorongan semangat.
Hafidz kemudian meminta Ketua Baznas Kabupaten Rembang, Mohammad Ali Anshory yang berada di lokasi kegiatan, untuk membantu Ardiana.
Minta 1 atau 2 ekor kambing, Ardiana berharap memperoleh 2 ekor. Bupati menyarankan kepada Baznas, segera dibelikan kambing. Terlihat Ketua Baznas menyanggupi, dengan menganggukkan kepala.
“Njaluk sakjodoh pak, loro pak Baznas. Suk Seloso tukokno wedhus ning Pasar Pamotan pak,” imbuh Hafidz.
Dilarang Jual Anak
Selain Ardiana, ada pula dua wanita dari desa lain yang akhirnya ikut maju meminta ternak kambing. Bupati memerintahkan pihak Baznas mengecek kelayakan kondisi perekonomian yang bersangkutan, sebelum bantuan disalurkan.
Selain itu, kambing bantuan dari Baznas anaknya tidak boleh langsung dijual. Tapi cucunya, baru bisa dijual.
“Kalau anaknya dijual, nanti malah nggak bisa berkembang. Putune, baru bisa, karena tujuan kami untuk pemberdayaan masyarakat jangka panjang,” tandas Ketua Baznas Kabupaten Rembang, Mohammad Ali Anshory. (Musyafa Musa).

