Kepala Bappeda Rembang : “Ini Problem Serius Untuk Kita…”
Tenaga kerja di Rembang dari sektor perikanan pulang, dengan diangkut mobil bak terbuka, baru-baru ini.
Tenaga kerja di Rembang dari sektor perikanan pulang, dengan diangkut mobil bak terbuka, baru-baru ini. (ilustrasi).

Rembang – Tenaga kerja di Kabupaten Rembang masih didominasi lulusan SD/MI sederajat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rembang, Afan Martadi membeberkan prosentase data tenaga kerja lulusan SD/MI sederajat mencapai 45 %, sedangkan lulusan sarjana hanya 8,2 %.

Menurutnya, kondisi ini sangat memprihatinkan, karena terjadi ketimpangan cukup jauh.

“Data tersebut tahun 2023, gap (terpaut) nya masih cukup besar, problem serius untuk kita. Makanya kita dorong agar yang meneruskan ke SMA naik, supaya peluang melanjutkan ke jenjang sarjana juga meningkat,” ungkapnya.

Perkawinan Anak

Di sisi lain, angka perkawinan anak di Kabupaten Rembang tergolong tinggi. Pada tahun 2024 ini saja, sudah mencapai 118 orang. Penyebabnya beragam, mulai faktor ekonomi, sosial, lingkungan maupun faktor pola asuh keluarga.

“Yang paling tinggi di tahun 2021, angka perkawinan anak sebanyak 359. Ini masalahnya kompleks, perlu keterlibatan tokoh agama, tokoh masyarakat, untuk intervensi masalah ini,” beber Afan.

Afan menyebut dalam berbagai kesempatan, Pemkab Rembang meningkatkan intensitas penanganan.

Menurutnya, Pemkab tidak bisa bergerak sendiri, supaya generasi penerus di Kabupaten Rembang akan semakin memiliki nilai daya saing pada masa mendatang.

“Kalau dari Pemkab punya program beasiswa di perguruan tinggi bagi siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu. Di luar Rembang, wajib perguruan tinggi negeri. Untuk kampus swasta, baru kampus lokal Kabupaten Rembang,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan