Belajar Di 3 Negara Hingga Jaga Perbatasan Indonesia, Profil Dandim Rembang Letkol Yudhi Yahya
Komandan Kodim 0720 Rembang, Letkol Inf Yudhi Yahya.
Komandan Kodim 0720 Rembang, Letkol Inf Yudhi Yahya.

Rembang – Profil Letkol Inf Yudhi Yahya yang menjadi komandan baru di jajaran Kodim 0720 Rembang layak untuk disimak, karena pernah tiga kali mengikuti pendidikan keluar negeri.

Pada tahun 2010 diterbangkan ke Kanada, kemudian 2012 di Malaysia dan 2015 ke Australia, dengan berbagai macam tugas. Salah satunya belajar strategi perang.

Letkol Yudhi Yahya mengaku banyak belajar dari rangkaian tugas di tiga negara tersebut.

“Tapi menurut saya yang nggak bisa dikalahkan antara tentara kita dengan tentara luar negeri adalah mental semangat perjuangan tentara kita,” ungkapnya.

Pria kelahiran Ujung Pandang tahun 1981 ini, lulus Akademi Militer pada tahun 2003 lalu. Ia kemudian bertugas sebagai Danramil Larat, sebuah daerah pedalaman di Maluku.

Setelah berpindah-pindah tugas, Yudhi menjadi Komandan Batalyon Infanteri Raider Khusus Satya Yudha Bakti di Atambua, Nusa Tenggara Timur, sekaligus menjaga perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste.

“Saya 2 tahun 3 bulan di Raider Khusus, sedangkan menjaga perbatasan kedua negara selama 1 tahun,” beber Letkol Yudhi.

Yudhi yang ayahnya juga merupakan anggota TNI asli Malang, Jawa Timur ini mengisahkan pengalamannya di Atambua, sebuah daerah yang banyak mengalami ketertinggalan. Mulai dari infrastruktur hingga masalah kesulitan air.

“Di Atambua, penuh keprihatinan dan butuh perhatian dari pemerintah pusat. Kalau dibandingkan dengan Rembang ya sangat jauh,” ungkapnya.

Usai menjaga perbatasan, Letkol Yudhi Yahya akhirnya ditugaskan sebagai Komandan Kodim Rembang. Menurutnya, baru kali pertama ini ia menginjakkan kaki ke Rembang. Bagi Yudhi, kesan pertama Rembang jalannya padat dan masyarakatnya ramah-ramah.

“Saya dengan Forkopimda belum ketemu satu-satu mas. Rencana saya akan sowan semua, termasuk ke para kiai dan tokoh. Asal rumah saya di Malang, bapak dari Malang, ibu Enrekang Sulawesi. Tapi untuk boso jowo, mohon maaf saya nggak bisa sehalus orang sini,” ucapnya tersenyum.

Di manapun ia bertugas, sang isteri Yunita Eka dan dua anaknya selalu ikut bersama, karena tak ingin jauh-jauh dengan keluarga.

“Anak pertama kelas 4 SD umur 10 tahun dan anak kedua kelas 2 SD umur 8 tahun. Sekolah di sini, kemanapun saya tugas, keluarga harus selalu ikut. Soalnya saya nggak mau jauh-jauh dengan mereka,” beber pria yang hobi olahraga ini.

Letkol Yudhi berharap keberadaan Kodim Rembang akan turut membantu Kabupaten Rembang sebagai daerah yang Gemilang (sesuai slogan-Red), sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah dan terwujudnya kondisi juang yang tangguh.

“Endingnya kemanunggalan TNI dan rakyat,” pungkas Dandim. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan