Bupati Ungkap Alasan, Kenapa PPPK Belum Menduduki Posisi Kasi Hingga Kepala Dinas
Bupati dan Wakil Bupati Rembang foto bareng bersama 61 PPPK hasil optimalisasi, Jum’at (24/11).
Bupati dan Wakil Bupati Rembang foto bareng bersama 61 PPPK hasil optimalisasi, Jum’at (24/11).

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz menekankan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) memberikan kinerja maksimal, karena akan dievaluasi tiap 5 tahun sekali.

Ia menyampaikan masalah tersebut ketika pelantikan dan penyerahan SK kepada PPPK tenaga teknis formasi tahun 2022 di lantai IV Gedung Setda Rembang, Jum’at pagi (24 November 2023).

Menurutnya, kalau pegawai tidak memenuhi target, pasti akan ada pertimbangan lain.

“Kalau memenuhi kriteria dan target yang diberikan pimpinan jenengan, tentu tidak ada masalah,” kata Hafidz.

Jika mengacu ketentuan, PPPK bisa menduduki Kepala Seksi, Kepala Bidang hingga Kepala Dinas. Namun sampai sekarang Peraturan Pemerintah (PP) belum turun, sehingga hal itu belum bisa diterapkan.

“Kalau teks nya begitu. Tapi PP belum keluar, kita masih menunggu. Bagaimana PP nya, bagaimana Peraturan Mendagrinya, sampai bagaimana Perda nya, belum,” imbuhnya.

Hafidz juga mengingatkan jangan sampai ada pegawai yang tidak tahu apa pekerjaannya.

“Aku iki arep laopo leh. Ini kan repot nanti,” ungkapnya.

Apalagi untuk formasi tahun 2022 termasuk kebijakan yang sangat berpihak kepada para PPPK, sehingga harus benar-benar disyukuri dengan cara memberikan kinerja terbaik.

“Yang kemarin proses perekrutannya begitu ketat dan tidak bisa diintervensi siapapun. Mboh soale wuangil, mboh pas ning kono durung iso jawab, dari 140 orang sekian, yang dinyatakan lulus passing grade hanya 40 sekian. Saya tidak mengatakan jenengan bodho lho ya, Bupati ngenyek, jangan ya,” beber Bupati.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang, Arif Ramadhan memperinci Pemkab Rembang memperoleh formasi PPPK tenaga teknis tahun 2022 sebanyak 146. Tapi yang berhasil lulus hanya 47 orang.

Kemudian ada seleksi berdasarkan optimalisasi, yang lolos 61 orang, sehingga totalnya 108.

“Setelah menerima nomor induk PPPK, menandatangani perjanjian kerja,” ujarnya.

Arif menimpali SK pengangkatan terhitung masa tanggal 24 November 2023 sampai dengan 23 November 2028.

“Adapun gajiannya mulai bulan Desember 2023,” imbuh Arif.

Khusus pelantikan pada Jum’at pagi tersebut, hanya diikuti 61 orang yang merupakan PPPK hasil optimalisasi. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan