Meski Tak Muda Lagi, Tetap Semangat Sambut HUT Kemerdekaan RI
Lansia di PPLSU Turusgede nampak mengikuti lomba memakai baju.
Lansia di PPLSU Turusgede Rembang nampak mengikuti lomba memakai baju.

Rembang – Kemeriahan dalam menyambut HUT kemerdekaan Republik Indonesia ke 78, tentu dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat. Tidak terkecuali kalangan lanjut usia (lansia), yang juga masih memiliki hasrat untuk turut memeriahkan.

Seperti yang dilakukan oleh kaum lansia penghuni Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Turusgede Rembang. Mereka nampak semangat mengikuti berbagai lomba yang dilaksanakan pada Selasa (15/08) dan Rabu (16/08), oleh instansi di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah itu.

Kepala PPSLU Turusgede, Asep Taufik Hidayat menjelaskan selain dalam rangka menyambut HUT kemerdekaan RI, tujuan dari diadakannya lomba tersebut adalah untuk mengajak para lansia mengenang masa lalunya.

“Kami ingin mbah kakung dan mbah putri ini selalu bahagia di masa akhir kehidupannya. Nah ini kami lakukan kegiatan yang rekreatif dan edukatif, sekaligus untuk mengenang masa mudanya,” jelasnya.

Beberapa lomba yang dilaksanakan antara lain makan krupuk, lempar bola ke dalam keranjang, memakai baju, dan berjoget dengan menjepit balon. Para lansia yang mengikuti lomba terlihat sangat ceria selama kegiatan berlangsung.

“Antusiasnya luar biasa. Bahkan aura kebahagiaan terpampang jelas dari raut wajah mereka selama mengikuti lomba,” imbuh pejabat kelahiran Tasikmalaya itu.

Salamah, salah satu lansia yang mengikuti lomba mengaku senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya kegiatan itu bisa menyegarkan pikiran, sekaligus menghilangkan stres. Apalagi sehari-hari ia cukup aktif membantu membersihkan lingkungan panti secara suka rela.

“Ya senang sekali ikut lomba jadi bisa menghilangkan stres. Sekaligus mengingat masa kecil dulu,” tutur nenek berusia 67 tahun itu.

Total lansia di PPSLU Turusgede Rembang ada sebanyak 145 orang. Dari jumlah itu, 30% diantaranya tidak bisa mengikuti lomba karena berbagai sebab. Mayoritas karena kondisi fisik yang sudah tidak memungkinkan. (Wahyu Adhi).

News Reporter

Tinggalkan Balasan