
Rembang – Jumlah calon jemaah haji dari Kabupaten Rembang yang berhak berangkat ke tanah suci tahun 2022 ini sebanyak 332 orang.
Angka yang diputuskan oleh Kementerian Agama tersebut, sekira 48 % dari total 742 orang jemaah yang sempat tertunda keberangkatannya sejak tahun 2020 lalu, akibat hantaman pandemi Covid-19.
Kepala Seksi Penyelenggara Haji Dan Umroh Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Zuhri melalui Humas Kemenag Rembang, Shofatus Shodiqoh menyampaikan hal itu, hari Jum’at (13 Mei 2022).
“Data tersebut kami terima tanggal 09 Mei 2022, “ bebernya.
Setelah menerima data, pihak Kementerian Agama Kabupaten Rembang langsung lembur untuk melakukan berbagai persiapan. Termasuk mendorong jemaah segera melakukan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji.
“Setelah ada pelunasan, calon haji melakukan verifikasi ke seksi penyelenggara haji dan umroh di Gedung pusat layanan haji dan umroh terpadu (PLHUT) Kemenag Rembang, untuk memenuhi persyaratan haji, “ imbuhnya.
Jemaah calon haji Kabupaten Rembang belum ditentukan bergabung pada Kloter berapa. Namun untuk Kloter pertama, dijadwalkan akan berangkat awal bulan Juni mendatang.
“Kloter bagi jemaah Rembang belum ada pemberitahuan. Semoga segera turun, karena ini sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat, “ terang Shofatus Shodiqoh.
Diakui memang sempat ada perubahan data berkali-kali. Misalnya, pasangan suami istri yang mengundurkan diri, karena usia salah satu pasangan di atas 65 tahun. Mengingat Pemerintah Arab Saudi menetapkan pemberangkatan haji tahun ini tidak berlaku bagi usia lebih dari 65 tahun.
Terkait Biaya Perjalanan Ibadah Haji, bagi yang sudah melakukan pelunasan, tidak dikenakan biaya tambahan. Namun bagi calon haji yang kemarin sempat melakukan penarikan dana pelunasan, maka wajib melakukan pelunasan biaya. Untuk embarkasi Solo, tahun ini mencapai Rp 40.262.721.
Calhaj Cadangan
Selain 332 jemaah itu, terdapat pula 66 calon haji cadangan. Calhaj cadangan tersebut kemungkinan ada yang bisa berangkat, apabila ada kuota yang tidak terpenuhi. Namun kuota ini berlaku secara nasional.
“Tergantung urutan nomor porsi. Mudah-mudahan dari 66 Calhaj cadangan ini ada yang bisa berangkat, ” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan, tahun ini Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 100.051 jemaah. Jumlah ini menurun sekitar 50 % dari kuota tahun 2019 yang mencapai 231 ribu. Rinciannya, 212.520 kuota jamaah haji reguler dan 18.480 orang haji khusus. (Musyafa Musa).

