Kasihan, Seorang Anak Menjadi Korban Di Sungai Tuyuhan
Dokter di Puskesmas Pancur, dr. Samsul Anwar memeriksa jenazah korban.
Dokter di Puskesmas Pancur, dr. Samsul Anwar memeriksa jenazah korban.

Pancur – Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun di Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang meninggal dunia akibat tenggelam di sungai desa setempat.

Menurut hasil olah TKP Polsek Pancur, awalnya korban bermain di sekitar kandang sapi milik Nuryadi (59 tahun), hari Minggu (17/10). Nuryadi sempat menuju ke depan rumahnya. Sedangkan korban tanpa sepengetahuan berjalan menuju sungai, berjarak sekira 100 Meter dari kandang sapi.

Setelah itu, orang tua korban datang menanyakan keberadaan anaknya kepada Nuryadi. Saat dicek di dekat kandang sapi tidak ada, mereka kemudian berupaya mencari ke lokasi lain.

Barulah pada pukul 13.30 Wib, ada warga Desa Tuyuhan, Zaenudin (42 tahun) mengetahui korban sudah mengambang di sungai, dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya korban dievakuasi menuju rumah duka, untuk divisum oleh tim medis.

Dokter Puskesmas Pancur, dr. Samsul Anwar menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, sehingga ia menyimpulkan penyebab kematian, karena tenggelam di sungai.

“Tidak ada patah di leher, nggak ada tanda cekik. Apakah ditenggelamkan atau tenggelam sendiri, bisa kita cek tangannya. Dia nggak ada tanda berusaha melawan, tangan masih bagus. Jadi murni karena tenggelam ini, “ ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Pancur, AKP Martoyo menyatakan korban diketahui tidak bisa berenang dan mengalami keterbelakangan mental. Setelah divisum, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Kondisi kedalaman sungai 1 Meter, namun dasar sungai berlumpur sangat tebal. Dimungkinkan saat bermain di sungai, yang bersangkutan tenggelam dan tidak bisa menyelamatkan diri, “ terang Kapolsek. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *