Bupati Rembang Tanggapi Soal Desakan Sekolah Tatap Muka, Ungkap Sejumlah Data
Siswa SMP N I Pamotan mencuci tangan dulu sebelum masuk kelas, saat uji coba pembelajaran tatap muka, beberapa waktu lalu.
Siswa SMP N I Pamotan mencuci tangan dulu sebelum masuk kelas, saat uji coba pembelajaran tatap muka, beberapa waktu lalu.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyebut pembelajaran tatap muka (PTM) baru bisa dijalankan, jika Kabupaten Rembang masuk PPKM level 2.

Abdul Hafidz menyadari betapa banyak masyarakat orang tua/wali murid yang saat ini menghendaki pembelajaran tatap muka. Tapi daerah tidak bisa mengambil kebijakan sendiri, karena terikat oleh kebijakan dari pemerintah pusat.

“Ndak boleh nabrak. Secara umum, kita harus tetap patuh dengan instruksi pemerintah pusat, “ tandasnya.

Hafidz mengajak masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan, supaya Kabupaten Rembang bisa turun ke PPKM level 2. Ketika sudah masuk level 2, pasti pembatasan akan dilonggarkan, termasuk sekolah tatap muka di daerah zona hijau.

“Trend kasus aktif Covid-19 sebenarnya menurun, tapi angka kematian yang masih tinggi, makanya masih level 4. Ketika sudah level 2, sekolah bisa tatap muka, di zona hijau. Yang orange dan merah belum bisa, “ tutur Bupati.

Menurutnya, data yang ia terima sudah menggembirakan. Dari total 3.900 RT, kawasan yang sudah hijau, lebih dari 3.500 RT.

“Yang kuning 200 RT sekian, sedangkan sisanya orange. Merah nggak ada, itu kalau sebaran di tingkat RT, “ imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Kepala SMP N 3 Pamotan sekaligus Pelaksana Tugas Kepala SMP N I Pamotan, Ngadiyono, Minggu siang (01 Agustus 2021) menyatakan sebenarnya mayoritas orang tua/wali murid sudah sangat menginginkan pembelajaran tatap muka.

Hal itu dibuktikan mereka sudah menandatangani surat pernyataan membolehkan putra/putrinya mengikuti PTM.

“Jika PTM dibuka, kami juga kerja sama dengan Puskesmas setempat, untuk ikut memantau sekaligus melakukan promosi kesehatan di sekolah kami, “ paparnya.

Selain itu, guru maupun tenaga administrasi sekolah sudah divaksin untuk tahap pertama dan kedua. Sarana pra sarana sekolah untuk menjamin protokol kesehatan, juga telah dilengkapi.

“Tempat cuci tangan di depan maupun di semua kelas sudah ada. Hand sanitizer, thermo gun nggak ada masalah. Apalagi pada bulan April lalu, SMP N I Pamotan sudah pernah menggelar uji coba pembelajaran tatap muka, “ kata Ngadiyono.

Sementara ini pihak sekolah masih melangsungkan pembelajaran daring/online, sambil menunggu kebijakan dari Pemkab Rembang, terkait kapan dimulai sekolah tatap muka.

“Sebenarnya kalangan guru juga banyak yang ingin belajar tatap muka digelar. Cuma kita harus patuh dengan regulasi pemerintah, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

1 thought on “Bupati Rembang Tanggapi Soal Desakan Sekolah Tatap Muka, Ungkap Sejumlah Data

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *