Hidupkan Rel Kereta Api Semarang – Lasem Prioritas Kedua, Bupati Ungkap Usulan Prioritas Pertama
Kepadatan lalu lintas di jalur Pantura Rembang.
Kepadatan lalu lintas di jalur Pantura Rembang.

Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang mendorong supaya jalur rel kereta api Semarang – Lasem dihidupkan kembali. Hal itu untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalur Pantura.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyatakan saat rapat koordinasi dengan pemerintah pusat, pihaknya bersama Kabupaten Pati menginginkan jalur kereta api yang dulu pernah ada, namun puluhan tahun mati, agar diaktifkan lagi.

Selain jalur kereta api, nantinya juga akan ada pembangunan jalan lingkar Rembang dari Kaliori – Lasem dan jalan tol Semarang – Tuban. Hanya saja menurut Bupati, usulan reaktivasi rel kereta api, jalan lingkar dan jalan tol masuk dalam usulan prioritas kedua dari Pemkab Rembang.

“Kalau jalan tol kan dalam bingkai Peraturan Presiden (Perpres) ya, jadi daerah tinggal menyesuaikan. Yang jalan lingkar, insyaallah tahun 2021, sedangkan rencana mengaktifkan jalur kereta api Semarang – Lasem diprediksi tahun 2023. Bagi kami itu prioritas kedua, “ kata Hafidz.

Hafidz menambahkan usulan ke pemerintah pusat yang dimasukkan dalam prioritas pertama adalah seputar air bersih. Pihaknya sudah mengajukan optimalisasi sumber air Zakinah Sale, untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kabupaten Rembang. Lokasi sumber air tersebut bisa disedot hingga 140 liter per detik, namun saat ini baru dimanfaatkan 80 liter per detik. Jika lancar, pipanisasi dari Sale ke Rembang bisa dimulai tahun 2021 mendatang.

“Kemarin tiap kabupaten programnya sudah difinalisasi sama pusat. Prioritas pertama kami adalah pemenuhan air bersih. Insyaallah dari 80 liter, kemudian ditambah 60 liter per detik lagi, dapat mencukupi kekurangan air bersih, “ imbuh Hafidz.

Upaya percepatan tersebut, menurut Bupati sebagai solusi mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kabupaten Rembang. Data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Rembang tahun 2018, mencapai 6,18 %. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *