Fenomena Cincin Matahari Sedot Perhatian, Begini Penjelasan BMKG
Fenomena lingkaran mirip cincin mengitari matahari, Selasa (01/10).
Fenomena lingkaran mirip cincin mengitari matahari, Selasa (01/10).

Rembang – Fenomena alam berupa cincin matahari atau lingkaran yang mengitari matahari, tampak terlihat di langit Kabupaten Rembang, Selasa siang (01 Oktober 2019).

Sontak saja, fenomena langka tersebut langsung menyedot perhatian masyarakat. Bahkan mereka mengabadikan foto dengan kamera telefon selular dan beramai-ramai mengunggahnya ke media sosial.

Suparman, seorang warga Desa Ngadem, Rembang mengaku di Whatsap group SMP, rekan-rekannya cukup ramai membahas fenomena itu. Namun anehnya ketika ia menanyakan ke temannya yang berada di Pekalongan dan Bekasi, Jawa Barat, mereka tidak melihat lingkaran cincin yang mengitari matahari.

“Kali pertama saya lihat di group WA, kemudian saya buktikan keluar rumah, ternyata bener. Cuman saat saya tanya tadi sama rekan di daerah lain, kok nggak ngelihat. Apa yang tahu di Pantura Rembang dan sekitarnya saja atau gimana, mungkin saja, “ ungkapnya.

Suparman menambahkan baru kali pertama ini menyaksikan penampakan cincin matahari. Ia menduga berasal dari pembiasan air laut, sehingga muncul lingkaran yang mirip pelangi. Namun kalau penampakan aneh pada bulan, menurutnya sering dijumpai.

“Kadang sebagian orang menganggap ini berkaitan mitos tertentu, apalagi sekarang musim kemarau panjang. Tapi saya mengira kok karena ada pengaruh pembiasan. Bisa dari air laut atau sebab lain, “ imbuhnya.

Jika mengutip penjelasan Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) cincin matahari lazimnya dinamakan halo matahari. Halo matahari muncul, karena terjadi pembiasan sinar matahari oleh awan lapisan yang berada pada ketinggian 6.000 meter di atas permukaan bumi. Awan tersebut membentuk partikel sangat dingin, biasanya berupa kristal es. Karena sangat dingin inilah, akhirnya membiaskan sinar matahari dan menyerupai cincin.

Pihak BMKG menyatakan bahwa fenomena semacam ini adalah peristiwa biasa, sama halnya seperti pelangi. Tidak ada kaitannya akan datang bencana alam. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *