Dilema, Pemkab Didesak Jangan Ragu Gabungkan Sekolah
SMP N 3 Sluke menjadi salah satu sekolah yang kekurangan murid.
SMP N 3 Sluke menjadi salah satu sekolah yang kekurangan murid.

Rembang – Warga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Rembang untuk tidak ragu menggabungkan sekolah negeri yang sudah kekurangan murid.

Imam Slamet, seorang warga di Dusun Rumbutmalang, Desa Kabongan Kidul Rembang mencontohkan beberapa sekolah negeri, jumlah muridnya jauh dari kuota yang ditetapkan. Manakala sudah seperti itu, pasti guru akan bingung memenuhi kuota mengajar selama 24 jam setiap pekan. Begitu kurang dari 24 jam, maka guru tidak berhak mendapatkan tunjangan profesi atau biasa disebut sertifikasi.

Imam sangat sependapat penggabungan sekolah diprioritaskan untuk daerah perkotaan dan sekitarnya. Sedangkan kalau sekolah daerah pinggiran, sementara ditunda dulu.

“Ini masih banyak lho sekolah yang kurang dari 20 murid, terutama SD. Pokoknya jangan ragu menggabungkan sekolah, kecuali yang di pelosok. Ini saya denger, guru – guru juga mulai merangkap mengajar ke sekolah lain, demi mengejar waktu mengajar 24 jam, “ jelasnya.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyatakan pihaknya tengah melakukan pemetaan, sekolah mana saja yang layak digabung, lantaran kekurangan murid. Ketika pendekatannya 1 guru mengajar 20 murid, jumlah guru di Kabupaten Rembang berlebih. Tapi jika mengacu jumlah rombongan belajar, masih kurang banyak.

Ia membenarkan regrouping sekolah menjadi dilema, karena di sisi lain mengancam hilangnya tunjangan profesi atau sertifikasi. Manakala guru kehilangan sertifikasi, rentan menuai protes. Selain itu, penggabungan sekolah juga mengakibatkan jarak antara rumah siswa dengan sekolah semakin jauh. Maka perlu dicari formulasi tepat.

“Kita liat masalah demi masalah. Seperti di Dusun Mbanyu Desa Kalitengah, Kecamatan Pancur, kemudian di Dusun Siwalan Sukun, Desa Dadapan Kecamatan Sedan dan di Lodan, Sarang, lokasi – lokasi pelosok seperti itu meski murid sedikit, tetap tidak kita regrouping. Solusinya, guru tidak tetap kalau personel kurang, “ kata Bupati.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, terdapat 11 sekolah yang memiliki murid di bawah 20 anak, pada tahun ajaran baru ini. Satu diantaranya sekolah negeri yakni SMP N 3 Sluke, yang berada di daerah pelosok, Desa Bendo, Kecamatan Sluke. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *