
Rembang – Tingkat kunjungan pasien ke Puskesmas di Kabupaten Rembang, sepanjang tahun 2026 tergolong cukup tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofii menyatakan hal itu menunjukkan bahwa Puskesmas masih diminati masyarakat, untuk keperluan berobat.
“Kesimpulannya, 17 Puskesmas kita masih banyak diminati masyarakat,” ungkap Ali.
Ali membeberkan data kunjungan pasien ke Puskesmas dari bulan Januari sampai awal bulan Oktober 2026, totalnya sebanyak 655.830 orang.
Rinciannya, 553.553 orang menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), kemudian 93.201 membayar dan 9.076 gratis.
“Kalau sampai akhir tahun 2026, tentu jumlahnya akan jauh lebih banyak lagi,” tuturnya.
Untuk sementara, Puskesmas Sluke menempati urutan pertama, Puskesmas yang paling banyak dikunjungi pasien, dengan jumlah 72.071 orang.
Disusul Kragan II sebanyak 61.425 orang dan Puskesmas Sumber sebanyak 59.659 orang.
Untuk Puskesmas dengan kunjungan terendah, ditempati Puskesmas Sarang II, sebanyak 14.247 orang.
Sedangkan pada tahun 2025 kemarin, jumlah total kunjungan ke Puskesmas se-Kabupaten Rembang menembus angka 850.550 orang.
Ali mendorong supaya layanan kesehatan kedepan semakin ditingkatkan. Bahkan pihaknya membuat Maklumat Pelayanan yang isinya :
- Berjanji dan sanggup menyelenggarakan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan.
- Berkomitmen untuk memberikan pelayanan sesuai kewajiban dan melakukan perbaikan pelayanan secara terus menerus.
- Apabila dalam penyelenggaraan pelayanan kami tidak sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan, kami siap memberikan kompensasi kepada pemohon dan siap menerima sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ia menyebut cek kesehatan gratis (CKG) juga masih terus dilaksanakan. Bahkan pada tahun 2026 ini, ditargetkan sebanyak 675.501 orang warga bisa dilayani.
“Sasarannya bayi baru lahir, Balita dan anak pra sekolah, usia remaja dan sekolah, dewasa hingga Lansia. Monggo bisa langsung hadir ke Puskesmas,” pungkasnya. (Musyafa).
