
Rembang – Banyak masyarakat penderita penyakit mata katarak yang enggan berobat ke fasilitas kesehatan, karena merasa takut dengan tindakan operasi medis.
Padahal dengan peralatan yang kian canggih, proses operasi mata katarak membutuhkan waktu yang relatif singkat dan tidak menimbulkan rasa sakit.
Hal itu diungkapkan dr. Benny Purwanto, Direktur Utama Keluarga Sehat Coverall, saat kegiatan operasi katarak gratis (OKG) dalam rangka HUT Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-76 bersama PT Sido Muncul, di Rumah Sakit KSH Rembang, Sabtu (24 Oktober 2026).
Benny mengatakan pada kegiatan sosial kali ini, tercatat ada 50 pasien yang mengikuti operasi katarak gratis. Tidak hanya berasal dari wilayah Kabupaten Rembang saja, namun ada beberapa pasien dari luar daerah.
“Kegiatan operasi katarak ini betul merupakan yang pertama kita lakukan. Dibantu dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) dan PT Sido Muncul,” tuturnya.
Menurutnya, peralatan operasi mata katarak di Rumah Sakit KSH Rembang sudah sangat canggih. Dengan metode operasi katarak modern, dokter cukup menggunakan gelombang ultrasonik untuk menghancurkan lensa mata yang keruh, agar bisa disedot keluar melalui sayatan kecil (mikro).
“Jadi itu menggunakan teknik phaco. Bekas luka operasinya sangat kecil. Dokter spesialis mata kami juga sudah ada kok,” imbuh dr. Benny.
Direktur Utama PT Sido Muncul, Irwan Hidayat melalui sambungan zoom meeting, mengaku senang bisa memberikan andil dalam kegiatan sosial operasi katarak gratis untuk warga Rembang dan sekitarnya.
“Saya rasa kegiatan ini bagus bagi KSH Rembang agar nama rumah sakit semakin dikenal oleh masyarakat luas,” katanya.
Seorang pasien penderita mata katarak asal Desa Jurang Jero Kecamatan Sluke, Karimin mengaku sudah menderita katarak sekira 1 tahun. Selama itu ia merasa pandangannya seperti tertutup sarang laba – laba.
Setelah mendapat penanganan medis gratis di Rumah Sakit KSH Rembang, ia berharap bisa kembali melihat dengan normal.
“Alhamdulillah dapat pertolongan operasi mata gratis di Rumah Sakit KSH Rembang. Semoga pandangan saya bisa kembali seperti semula,” harapnya. (Wahyu Adhi).
