Sulit Menemukan Sumur Di Kampung Ini, Yukk..Kita Lihat Bagaimana Kondisinya (Kekeringan Kab. Rembang)
Bantuan air dimasukkan ke dalam gelaran terpal, kemudian dilansir oleh warga Desa Pranti, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Senin (05 Oktober 2026).
Bantuan air dimasukkan ke dalam gelaran terpal, kemudian dilansir oleh warga Desa Pranti, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Senin (05 Oktober 2026).

Sulang – Warga Desa Pranti, Kecamatan Sulang, langsung berebut air bersih, saat bantuan air tiba di kampung tersebut, hari Senin (05 Oktober 2026).

Biasanya, bantuan dimasukkan ke dalam bak penampungan atau terpal dibentangkan untuk menampung air, agar mengurangi kemungkinan air terbuang.

Kepala Desa Pranti, Dahlan mengatakan warga desanya memohon bantuan air bersih, karena tampungan air di embung dan cekdam sudah habis, akibat musim kemarau panjang.

“Kami siap menerima bantuan air bersih mas, guna memenuhi kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK),” ungkapnya.

Dahlan menambahkan di Desa Pranti, hampir tidak ada sumur, karena memang sulit mendapatkan sumber air. Pemerintah Desa pernah mencoba pengeboran dengan menggunakan sistem geolistrik.

Bahkan sampai kedalaman 100 Meter, tidak juga mendapatkan sumber air.

“Ketemunya batu padas mas. Kita sempat minta untuk diperdalam lagi, tapi mereka (pekerja) nggak berani. Kecuali ditemukan batu yang nggak padas, mungkin masih bisa,” terang Dahlan.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik Dan Rehabilitasi Rekonstruksi BPBD Rembang, Puji Widodo menyampaikan desa yang sudah mengajukan surat tertulis meminta bantuan air bersih kepada instansinya sebanyak 18 desa, tersebar di 9 kecamatan.

Namun jika dipantau dari desa-desa yang menerima bantuan air dari berbagai kalangan, jumlahnya mencapai 43 desa.

“Yang mengajukan resmi ke kami 18 desa, tapi yang sudah menerima bantuan air bersih, ada 43 desa. Angkanya lebih banyak, soalnya komunitas pemberi bantuan, kadang kan menyesuaikan kepentingan mereka juga, dalam memilih desa,” kata Puji.

Puji menyebut anggaran untuk bantuan air bersih yang dialokasikan BPBD sekira Rp 100 Jutaan.

“Kami juga berkolaborasi dengan Baznas, PMI dan BBWS,” imbuhnya.

Kalau anggaran tersebut tidak cukup, karena musim kemarau bertambah panjang, menurutnya BPBD akan mengoptimalkan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan untuk mengucurkan dana sosial CSR. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.