
Rembang – Dua petugas Damkar Pemkab Rembang terluka, saat melakukan pemadaman di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Landoh Kecamatan Sulang.
Keduanya terluka pada bagian kaki, karena terkena pecahan beling dan sepatu sudah sobek, sehingga kemasukan api, mengakibatkan luka bakar.
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) turun tangan membantu penanganan luka yang diderita.
Minimnya Alat pelindung diri (APD) bagi petugas Damkar, perlu menjadi perhatian serius, karena faktor keselamatan seharusnya menjadi bagian paling penting, dalam setiap misi pemadaman kebakaran.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Erwin Rahadyan mengakui sarana APD sangat kurang.
Bahkan banyak petugas Damkar tidak memakai APD, ketika proses pemadaman.
“Tahun 2023, ada APD 5 buah, itu pun sudah terpakai. Untuk masker, temen-temen ada yang pakai, ada yang tidak. Yang pakai itu ya beli sendiri. Sepatu sudah bertahun-tahun nggak pernah pengadaan. Jadi tadi ada 2 personil yang kakinya terluka, semoga kedepan ada perhatian,” ungkapnya.
Erwin menambahkan proses pemadaman TPA Landoh membutuhkan waktu cukup lama, sekira 10 jam, dengan menghabiskan total 28 rit air.
Hal itu karena banyaknya tumpukan sampah yang mudah terbakar. Apalagi area kebakaran sangat luas, mencapai 1 Hektar.
Bahkan Damkar BPBD juga mendapatkan bantuan pemadam dari anggota TNI Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (YTP) 888 Pamotan.
“Kita mulai pemadaman pukul 06.16 Wib dan baru selesai pukul 15.47 Wib. Tumpukan sampah cukup tinggi, butuh alat berat untuk mengurai,” imbuh Erwin.
Penyebab kebakaran masih belum pasti, apakah karena puntung rokok atau pembakaran lahan yang menjalar ke TPA.
Namun ada dugaan, karena dari pembuangan sampah baru, terselip puntung rokok, kemudian percikan api meluas.
Kebakaran di TPA menjadi perhatian serius, karena kalau tidak segera teratasi, dikhawatirkan mengganggu kesehatan pernafasan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. (Musyafa Musa).
