
Rembang – Pihak Rumah Sakit Keluarga Sehat Rembang menyampaikan baru bisa menerima pelayanan pasien BPJS, kalau sudah terakreditasi.
Direktur Utama PT Keluarga Sehat Coverall, dr. Benny Purwanto, MARS, P.H.Eng, menyampaikan hal itu seusai peresmian Rumah Sakit Keluarga Sehat Rembang, Rabu malam (09 September 2026).
Benny memperinci untuk mengurus akreditasi, setidaknya rumah sakit harus sudah 4 bulan pelayanan.
Maka kemungkinan sekira bulan Desember 2026 nanti, baru bisa mengajukan kerja sama.
“Kami itu mau secepatnya pengin melayani pasien BPJS. Tapi syaratnya sudah terakreditasi. Untuk akreditasi, minimal harus sudah 4 bulan pelayanan. Mungkin Desember nanti itu kita akreditasi. Mas-mas tahu sendiri kan, ruang pelayanan BPJS, 1 kamar untuk berdua, dan semua free,” ungkapnya.
Di tahap awal ini baru menerima pasien umum, pihaknya memberika kemudahan dan keringanan bagi pasien.
Ia mencontohkan ada diskon biaya 20 %.
“Karena kebetulan kita berulang tahun ke-20, diskonnya 20 %. Ada jackpot juga, karena HUT Kemerdekaan RI ke-81. Ambil undian, bisa saja dapat diskon 81 %, bayar hanya 19 %,” beber Benny sekaligus sebagai pemilik rumah sakit ini.
Khusus bagi pasien ibu melahirkan pertama di ruang VIP ke atas, akan digratiskan.
“Pasien melahirkan pertama ya. Kalau orang tidak mampu pun, kalau pas waktunya melahirkan, ya bisa cepat-cepat ke sini. Bulan Oktober nanti, kita juga akan ada operasi katarak gratis,” imbuhnya.
Terkait jumlah pegawai, menurutnya pada tahap awal ini sebanyak 150 orang. Seiring dengan perkembangan waktu, akan ditambah.
“Kita punya dokter spesialis 22 dari total 14 spesialisasi, intinya cukup lengkap. Pasti sesuai kebutuhan akan kita tambah, terutama dokter spesialis yang full timer. Dari sisi fasilitas rumah sakit, sudah lengkap. Nggak kalah dengan rumah sakit di Malaysia, Singapura maupun Vietnam mas,” tandas dr. Benny.
Ditanya tentang nama rumah sakit Keluarga Sehat, kenapa kata Hospital dihilangkan, ia menyebut lebih karena ada aturan dari pemerintah yang melarang penggunaan kata asing.
Tapi karena masyarakat sudah terlanjur mengenal nama rumah sakit Keluarga Sehat Hospital (KSH), sehingga sampai sekarang masih terbawa.
“Pemerintah pada tahun 2006, nggak boleh pakai bahasa Inggris, jadi kita menghilangkan hospital-nya. Tapi orang-orang sudah terlanjur mengenal KSH, parapan itu nggak pernah hilang. KSH ya Keluarga Sehat. Kalau dulu-dulu warga Rembang banyak yang datang ke KSH Pati, sekarang lebih dekat,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Rembang, Moch. Hanies Cholil Barro’ yang hadir melakukan peresmian berharap keberadaan RS Keluarga Sehat Rembang dapat semakin memperkuat pelayanan kesehatan untuk masyarakat.
“Warga semakin banyak pilihan, sekaligus semakin mendekatkan pelayanan,” kata Wabup. (Musyafa Musa).

