SPPG Soditan Minta Maaf, Bagaimana Biaya Pengobatan Pasien ?? (Dugaan Keracunan MBG Di SMA N 1 Lasem)
Komisi IV DPRD Rembang berada di Puskesmas Lasem, Kamis siang (03/09).
Komisi IV DPRD Rembang berada di Puskesmas Lasem, Kamis siang (03/09).

Lasem – Pihak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan, Kecamatan Lasem, menyampaikan permohonan maaf, terkait kejadian dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG) yang dialami ratusan siswa dan guru SMA N 1 Lasem.

Mereka juga memastikan, seluruh biaya pengobatan pasien, akan ditanggung oleh SPPG.

Kepala SPPG Soditan, Achmad Sholeh Syariffuddin memohon maaf atas peristiwa tersebut.

“Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak sekolah, orang tua dan siswa. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan penanganan medis berjalan optimal,” tandasnya, Kamis (03 September 2026).

Achmad Sholeh juga menegaskan siap menanggung seluruh biaya pengobatan pasien.

“Semua pengobatan kami pastikan, kita tanggung sepenuhnya. Kami bertanggung jawab atas pemulihan kesehatan para siswa dan guru,” kata Achmad.

Ia juga berjanji siap melakukan evaluasi terhadap operasional dapur.

“Mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah,” imbuhnya.

Profil SPPG Soditan

Pada Kamis pagi (03/09), jajaran Komisi IV DPRD Rembang tampak datang ke Puskesmas Lasem, menjenguk pasien yang menjalani perawatan.

Salah satu anggota Komisi IV DPRD Dapil Lasem-Pancur, Puji Santoso ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa SPPG Soditan merupakan bagian dari mitra istrinya.

“Mitra (SPPG)-nya isteri saya mas,” ujarnya.

Ia hadir ke Puskesmas Lasem, untuk memastikan kondisi pasien, betul-betul ditangani dengan baik.

“Tadi habis pengawasan di TK Sendang Agung Pamotan. Begitu dapat informasi, kita langsung geser ke Puskesmas Lasem. Kita tegaskan pasien jangan dipungut biaya, semua biaya yang timbul akan ditanggung oleh mitra. Rekan-rekan SPPG juga sudah datang mendampingi pasien,” kata Puji.

Puji memohon do’a, semua korban bisa lekas pulih.

“Mohon do’anya dan mohon maaf kepada semuanya atas musibah ini,” ucap politisi Partai Gerindra ini.

SPPG Soditan berlokasi di Jalan Gambiran Blok 13, RT 06 RW 03 Desa Soditan. Dapur yang tergabung dalam Yayasan Semendhe Kanthi Kanthil itu, melayani 1.914 orang penerima manfaat.

Paling banyak berada di SMA N 1 Lasem, 1.244 orang. Dari jumlah itu, yang mengalami gejala perut mual, muntah dan diare, lebih dari 700 orang.

Gejala muncul usai menyantap MBG pada hari Rabu (02/09) berupa nasi, ayam bakar, lalapan, tempe mendoan, sambal teri dan semangka.

18 orang pasien menjalani perawatan di Puskesmas Lasem. Rinciannya, 13 siswa dan 5 guru.

Sampai Kamis siang, tinggal 3 siswa yang menjalani rawat inap.

“Butuh tambahan cairan untuk mengatasi dehidrasi. Kalau sudah membaik, boleh pulang,” terang dr. Joko Paryanto, Kepala Puskesmas Lasem. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.