
Rembang – Listrik padam yang terjadi di Kabupaten Rembang, dalam beberapa hari terakhir ini, sempat memunculkan pertanyaan dari masyarakat, apakah ada penghematan, menyusul pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Misalnya pada Kamis sore (11/06) sekira pukul 16.00 Wib, warga di Kabupaten Rembang menyampaikan berbagai titik mengalami pemadaman listrik.
“Listrik Kalitengah – Sidowayah (Kecamatan Pancur) padam,” kata seorang warga.
“Listrik Sulang – Gunem padam,” timpal warga lainnya.
“Listrik area Padaran (Rembang) dan sekitarnya juga padam. Ada apakah banyak listrik mati di beberapa tempat ? Penghematankah,” warga lain turut bertanya.
Listrik padam tidak sampai berlangsung lama. Dua jam setelah itu atau sekira pukul 18.00 Wib, listrik kembali menyala.
Sebagaimana diketahui, setiap pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar, akan memicu kenaikan biaya pokok produksi listrik. Hal itu terkait dengan bahan bakar impor, hingga biaya pemeliharaan.
Menanggapi pertanyaan dari masyarakat tersebut, Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rembang, Jati Kuncahyo menegaskan listrik padam, bukan karena ada upaya penghematan.
Tetapi murni terjadi gangguan. Gangguan itu pun bukan disebabkan dari sisi distribusi.
“Boten (tidak penghematan) mas. Memang ada gangguan, tapi bukan di sisi distribusi,” tandasnya.
Jati Kuncahyo kembali mengimbau masyarakat, kalau terjadi gangguan listrik, bisa langsung melapor melalui PLN Mobile atau call center 123. (Musyafa Musa).

