
Sulang – Masyarakat menantikan terwujudnya pembangunan Embung Kaliombo, di Desa Kaliombo Kecamatan Sulang, karena sudah ditunggu-tunggu sangat lama.
Kepala Desa Kaliombo, Ngasmin membenarkan rencana pembangunan Embung Kaliombo sudah muncul sejak 15 tahun silam.
Saat kunjungan anggota DPR RI, Harmusa Oktaviani, sempat ada informasi akan mulai dibangun tahun 2026 ini.
“Semoga ya segera dikerjakan, supaya manfaatnya cepat dirasakan masyarakat. Soalnya sudah 15 tahun wacana itu, tinggal nunggu pengerjaannya saja,” tuturnya.
Ngasmin menimpali untuk pembebasan lahan, semuanya sudah selesai. Total luas mencapai 16,65 hektar, dengan rincian 12 hektar untuk penampungan air dan 4 hektar lebih untuk jalur hijau.
“Pembebasan lahan yang menjadi tanggung jawab Pemkab Rembang sudah selesai, sedangkan pembangunan, biayanya ditanggung pemerintah pusat,” imbuh Ngasmin.
Informasi yang diterima, biaya pembangunan Embung Kaliombo mengalami pemangkasan dari pusat, semula Rp 35 Miliar menjadi Rp 24 Miliar.
“Kabarnya tender ulang, jadi waktunya agak molor, soalnya tender yang pertama, dua perusahaan gugur. Nggak tahu alasannya apa. Semoga nanti lancar, nggak ada kendala lagi,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Sulang, Arief Dwi Sulistya mengakui pasokan air pada musim kemarau menjadi kebutuhan vital, khususnya bagi masyarakat Kecamatan Sulang.
Apabila Embung Kaliombo jadi dibangun, tentu akan sangat melegakan, karena menjadi solusi tampungan air dalam jumlah besar.
“Bisa untuk air baku rumah tangga, maupun mendukung air pertanian. Kami juga berharap Embung Kaliombo ini dapat terealisasi,” tandasnya.
Sekira seminggu yang lalu tim dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, kembali datang ke calon lokasi Embung Kaliombo, untuk melakukan peninjauan, sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. (Musyafa Musa).

