Warga Sentil Sampah Berceceran Dari Bak Rusak, DLH Rembang Menanggapi
Truk sampah melaju di Lasem, dengan kondisi bak rusak. Di bengkel perbaikan, deretan kontainer sampah mengalami kerusakan.
Truk sampah melaju di Lasem, dengan kondisi bak rusak. Di bengkel perbaikan, deretan kontainer sampah mengalami kerusakan.

Rembang – Layanan pengangkutan sampah disentil masyarakat, karena bak kontainer sampah yang rusak parah.

Namun kondisi itu tetap dipaksakan untuk mengangkut sampah, sehingga kerap dijumpai sampah berceceran ke jalan raya.

Seorang warganet, Koko sempat memvideo sebuah truk sampah dengan kontainer rusak pada bagian belakang, melintas di jembatan Lasem. Tak ayal, sampah pun berjatuhan ke jalan.

“Truk sampah (kontainer), sudah nggak layak pak,” tuturnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang, Ika Himawan Afandi mengakui selama dua tahun terakhir, belum ada anggaran perbaikan bak kontainer sampah.

“Dua tahun, nggak ada perbaikan,” ungkapnya.

Pihaknya sudah mengusulkan biaya perbaikan melalui APBD Perubahan tahun 2026.

“Kami sudah mengajukan nota dinas kepada pak Bupati, semoga di APBD Perubahan, dapat disetujui,” imbuh Ika.

Menurutnya, bak kontainer sampah cepat mengalami korosi/keropos. Biasanya yang cepat rusak adalah plat-plat penutup bak. Kalau disuruh memilih, sebaiknya memakai plat kayu, karena lebih awet, dibandingkan plat besi.

“Kemarin pakai besi, sekarang kita coba pengusulan kayu. Memang lebih awet kayu, cuman kayu itu jarang ada di E-Katalog,” terangnya.

Lantaran tidak ada anggaran, ketika bak kontainer sampah rusak, sopir truk sampah terpaksa mengeluarkan biaya sendiri, untuk melakukan perbaikan. Pihaknya sebatas mengingatkan kalau lewat dalam kota, memperlambat laju kecepatan kendaraan, agar sampah tidak berceceran keluar bak.

“Yang bawa truk, nambal sulam sendiri atau ketika diperbaiki, bayar sendiri mas. Jujur, mereka bebannya terlalu berat,” kata Ika.

Idealnya, truk sampah setelah beroperasi, dicuci bersih. Tapi selama ini, terkendala biaya perawatan.

Ika menyebut, total bak kontainer yang diusulkan perbaikan, jumlahnya sekira 100 unit.

Kami mencoba memantau di bengkel perbaikan kontainer sampah, sebelah timur Desa Ngotet, Rembang. Tampak cukup banyak, kontainer rusak. Beberapa diantaranya sudah selesai ditata. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.