
Rembang – Ramalan Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa musim kemarau tahun 2026 ini akan lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya, membuat berbagai pihak melakukan pemetaan sejak dini.
Dalam talk show Hari Kesiapsiagaan Bencana yang mengambil tema Kesiapsiagaan Bencana Dan Antisipasi Musim Kemarau di Aula Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rembang, hari Selasa (28 April 2026), para relawan dari berbagai komunitas berkumpul.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Muhammad Luthfi Hakim menyatakan tahun 2024, ada 67 desa yang menjadi sasaran droping air bersih.
Namun di tahun 2025, curah hujan relatif cukup tinggi, sehingga tidak sampai terjadi bencana kekeringan.
Tahun 2026 diramalkan akan lebih parah, maka BPBD bersiap melakukan mitigasi, sekaligus meminta masukan dari kalangan relawan.
“Data dari BPBD biasanya menjadi rujukan kalau ada pihak-pihak yang ingin menyalurkan air bersih. Kira-kira yang paling mendesak desa mana dulu, jumlah warganya berapa dan berapa tangki yang harus dikirim ke sana. Tujuannya, supaya tidak terjadi tumpang tindih bantuan,” terang Luthfi.
Ketua PMI Rembang Bidang Penanggulangan Bencana, Harjono berpendapat akan lebih efektif jika bantuan air kedepan dalam bentuk air yang bisa diminum warga.
“Selama ini kan bantuan air digunakan untuk mandi, mencuci atau untuk minum ternak. Makanya kita juga usul ke provinsi, bantuan air minum,” ungkapnya.
Harjono menambahkan PMI Rembang sedang menjajaki kemungkinan bantuan pembuatan sumur yang dipakai untuk kebutuhan air bersih. Ada 2 kemungkinan, antara Desa Sambiyan Kecamatan Kaliori dan Desa Candimulyo Kecamatan Sedan.
“Akan kita survei, mana yang dipilih mengacu skala prioritas,” imbuh Harjono.
Harjono juga mengimbau masyarakat jangan terlalu khawatir berlebihan, menyangkut ramalan BMKG terhadap kemungkinan kemarau ekstrim.
“Namanya ramalan, bisa benar, bisa nggak. Yang penting pemetaan masalah dan alternatif-alternatif solusi sudah disiapkan oleh stake holder terkait. Namun ini semua menjadi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

