Inilah Nama Wasit Dan Asal Daerahnya, Saat PSIR Rembang Kalahkan Persebi Boyolali
Pemain PSIR Rembang merayakan gol, saat meladeni Persebi Boyolali, Minggu sore (01/02).
Pemain PSIR Rembang merayakan gol, saat meladeni Persebi Boyolali, Minggu sore (01/02).

Boyolali – PSIR Rembang menundukkan tuan rumah Persebi Boyolali, saat babak 8 besar Liga 4 Jawa Tengah di Stadion Kebo Giro, Boyolali, Minggu sore (01 Februari 2026).

Pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi. Septian, pemain PSIR berhasil mencetak gol cantik melalui tendangan cukup keras dari luar kotak penalti pada menit ke-15.

Setelah itu, striker PSIR, Tri Handoko Putro menambah gol, melalui sontekan kaki kirinya di depan gawang. Gol menarik tersebut, sekaligus membuat Laskar Dampo Awang unggul 2 – 0, sampai turun minum.

Dalam laga itu, pemain PSIR Rembang, Muhammad Ubaid dan Hairul “Panjul” mendapatkan kartu merah dari wasit, sehingga PSIR hanya diperkuat 9 orang.

Praktis, tuan rumah yang unggul jumlah pemain berulang kali memborbardir pertahanan PSIR.

Boyolali berhasil memperkecil ketinggalan, lewat 1 gol tendangan keras dari luar kotak penalti. Serangan demi serangan tuan rumah, dapat dihalau PSIR.

Menit-menit menegangkan terjadi, begitu wasit Arif Nur Wahyudi dari Kota Surakarta memberikan tambahan waktu 9 menit.

Pelatih PSIR Rembang, Budiardjo Thalib bahkan sempat melancarkan protes, lantaran menganggap tambahan waktu sudah selesai. Namun pertandingan masih terus berlangsung.

Beruntung, gerojogan serangan dari Persebi, sukses dipatahkan para pemain PSIR. Kiper PSIR, Muhammad Diva Maulana beberapa kali menggagalkan peluang matang Persebi.

Budiardjo menyatakan para pemain mampu menjalankan instruksinya.

“Kita kejar gol dulu, setelah itu berusaha memanfaatkan serangan-serangan balik. Meski kita kalah jumlah pemain, namun kita bisa memenangkan pertandingan. Alhamdulillah semua pemain menjalankan instruksi dengan baik,” tandasnya.

Kesuma Satria Yudistira, palang pintu PSIR menyebut selama babak kedua, pihaknya fokus pada pertahanan.

“Kita nggak berpikir gimana-gimana lagi. Setelah unggul, yang penting bola kita halau kedepan gitu aja,” ujar pemain yang akrab disapa Wira ini.

Sementara itu, pelatih Persebi Boyolali, Sri Widadi mengakui kekalahan. Namun pihaknya bertekad pada pertandingan kedua di Rembang, Rabu sore besok (04/02) akan berusaha membalas kekalahan tersebut.

“Ya beginilah sepak bola, nggak seperti hitung-hitungan matematika. Saya mengakui kekalahan. Namun di pertandingan kedua, kami akan berusaha melampaui capaian PSIR sore ini,” tandasnya.

Pada pertandingan di Stadion Kebo Giro ini, puluhan penonton dari Kabupaten Rembang dilarang masuk stadion. Mereka akhirnya memilih melihat pertandingan dari luar stadion, memanfaatkan gundukan tanah yang kebetulan posisinya lebih tinggi. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.