
Sarang – Peristiwa ini tidak untuk ditiru. Kalau anda mengalami beban berat pikiran, berusahalah mencari cara-cara positif, untuk menyelesaikan masalah. Ingat, bunuh diri bukan solusi.
Seorang anak laki-laki berusia 15 tahun meninggal dunia gantung diri, di Desa Jambangan Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Rabu (26 November 2025) sekira pukul 21.25 Wib.
Kapolsek Sarang, Iptu Yuli menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan olah TKP, semula ayah tiri korban, SL (45 tahun), baru saja pulang, seusai menghadiri acara pernikahan di Dusun Selo Desa Pelang, melihat sepeda motor milik korban terparkir di luar rumah.
Ia masuk ke dalam rumah, bermaksud ingin memberitahu anaknya, supaya sepeda motor lekas dimasukkan.
“Namun tidak ada jawaban, ketika sang ayah meminta sepeda motor dimasukkan,” ungkapnya.
Saat mengecek ke rumah, SL sangat terkejut mengetahui korban sudah dalam kondisi meninggal dunia, tergantung menggunakan seutas tali kain di depan kamar mandi.
Ia berteriak-teriak meminta tolong, kemudian dibantu tetangganya menurunkan korban.
“Tali dipotong dengan pisau, setelah itu korban diturunkan. Tapi yang bersangkutan sudah meninggal dunia. Kami menerima informasi kejadian dari pak Kades, langsung menuju TKP,” imbuh Kapolsek.
Hasil pemeriksaan pada tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Penyebab kematian korban, disimpulkan karena bunuh diri.
“Keluarga sudah menerimakan kejadian ini, dianggap sebagai musibah. Mereka nggak mau jenazah korban diautopsi. Selanjutnya kita serahkan, untuk dimakamkan,” bebernya.
Polisi masih menyelidiki penyebab, kenapa korban nekat bunuh diri. Dugaan korban depresi/sakit hati, setelah HP miliknya disita oleh pihak sekolah, masih didalami oleh aparat kepolisian. Apakah karena dipicu masalah tersebut atau ada faktor lain.
“Korban selama ini bersekolah di luar Desa Jambangan. Namun masih lingkup di Kecamatan Sarang,” pungkas Kapolsek. (Musyafa Musa).

