
Rembang – Cuaca panas terik yang tidak biasa belakangan ini menjadi perhatian masyarakat.
Damanhuri, seorang warga Desa Baturno Kecamatan Sarang mengamati sehabis Subuh saja sudah sangat cerah. Begitu memasuki jam tujuh pagi sudah mulai terik, apalagi siang hari.
Ia sempat mengecek, suhu udara bahkan sampai 40 derajat celsius, sehingga cuaca panas yang menyengat benar-benar sangat terasa.
“Habis Subuh sudah cerah mas, betul, padahal biasanya kan masih gelap. Di Rembang timur, area Pantura jam tujuh pagi saja sudah terasa terik,” ungkapnya.
Dibalik cuaca panas terik akhir-akhir ini, justru memberikan dampak positif bagi petani garam di Kecamatan Kaliori.
Moch. Lilik Wijanarko, pengusaha garam di Desa Purworejo Kecamatan Kaliori menuturkan dengan kondisi cuaca panas, membuat proses produksi garam lebih cepat dan hasil panen meningkat pesat.
“Biasanya kalau tidak panas terik, 1 Minggu baru nggaruk (panen). Kalau sekarang, dalam seminggu bisa nggaruk dua kali. Bahkan dalam sehari, pernah sanggup panen hingga 63 ton,” terang Lilik.
Pihak Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) sudah merelease kenapa cuaca sangat panas ?
Hal itu karena posisi matahari yang bergeser ke sisi selatan bumi, termasuk ke wilayah selatan Indonesia, sehingga sinarnya terasa lebih intens. Pergeseran matahari tersebut mengakibatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah selatan, juga mulai jarang.
Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung sampai akhir bulan Oktober atau awal bulan November 2025. (Musyafa Musa).

