Buat Aplikasi Al-Ihdzar Untuk Mencegah Kekerasan Seksual Pada Anak, Ja’far Shodiq Hibatullah Juara 1 Pemuda Pelopor Kab. Rembang
Ja’far Shodiq Hibatullah mengenalkan aplikasi Al-Ihdzar kepada siswa sekolah di Kecamatan Sedan.
Ja’far Shodiq Hibatullah mengenalkan aplikasi Al-Ihdzar kepada siswa sekolah di Kecamatan Sedan.

Sedan – Seorang remaja di Desa Sedan Kecamatan Sedan menciptakan sebuah aplikasi bernama Al-Ihdzar, untuk mencegah kemungkinan anak-anak menjadi korban pelecehan maupun eksploitasi seksual.

Remaja bernama Ja’far Shodiq Hibatullah itu, baru berusia 17 tahun. Namun ia sudah memiliki pola pikir untuk melindungi masyarakat, terutama anak-anak dan kaum remaja.

Apalagi di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi media sosial semakin mengkhawatirkan belakangan ini.

Ja’far Shodiq mengatakan Al-Ihdzar berarti waspada. Di dalam aplikasi tersebut memiliki banyak fitur layanan.

Mulai dari edukasi seksual, komik, kajian tafsir, maupun layanan pengaduan yang langsung tersambung ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) hingga Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak.

“Pembuatan aplikasi ini dimulai sejak bulan Desember 2023 hingga Februari 2024,” tuturnya.

Ja’far menambahkan dirinya berupaya mengenalkan aplikasi Al-Ihdzar ke sekolah-sekolah. Ia berharap nantinya akan semakin banyak masyarakat mengunduh Al-Ihdzar dari play store HP android.

“Harapan saya akan semakin menyebar di tengah masyarakat, banyak manfaat yang bisa diperoleh. Semoga saja Pemkab Rembang juga ikut menindaklanjuti,” kata Ja’far.

Child Grooming

Ia menginisiasi kemunculan aplikasi Al-Ihdzar, berawal dari rasa keprihatinan terhadap banyaknya anak-anak menjadi korban pelecehan maupun sasaran eskploitasi seksual.

Pihaknya sempat menggelar survei skala kecil. Dari total 65 responden, 9 anak diantaranya mengaku pernah mengalami child grooming (bentuk tindak kekerasan seksual pada anak).

“Tapi perkiraan kami dalam survei itu, masih banyak responden yang nggak jujur. Bisa saja jumlah korban lebih banyak,” ungkap pemuda yang baru saja lulus Madrasah Aliyah ini.

Ja’far berharap melalui aplikasi Al-Ihdzar, para pengguna dapat lebih peduli, sehingga mereka terhindar dari tindak kekerasan seksual.

“Termasuk pada waktu menggunakan media sosial, lebih hati-hati terhadap teman yang baru dikenal, kemudian diajak ketemuan. Kita ingin mereka antisipatif,” tandas Ja’far.

Berkat inovasi itu, Ja’far Sodiq Hibatullah akhirnya dinobatkan menjadi juara 1 pemuda pelopor Kabupaten Rembang tahun 2025 bidang inovasi teknologi.

Ia melenggang ke tingkat provinsi Jawa Tengah, mewakili Rembang. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.