
Rembang – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Rembang mengidentifikasi tempat pemungutan suara (TPS) rawan, dari sisi sulit sinyal dan kerawanan bencana.
Komisioner KPU Kabupaten Rembang, Khoirul Umam mengatakan sinyal internet menjadi penting, karena petugas KPPS harus melaporkan hasil penghitungan suara, melalui aplikasi sistem informasi rekapitulasi (Sirekap).
Menurutnya dari hasil pendataan, sempat ada 1 TPS yang sulit sinyal yakni TPS 6 dusun Ngotoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu.
Tapi akhirnya TPS digeser ke lokasi lain yang menjadi satu-satunya titik bisa menangkap sinyal. Namun masih berada di kawasan dusun paling terpencil tersebut.
“Ya ada 1 TPS blank spot, sulit menangkap sinyal internet. Di Dusun Ngotoko Desa Pasedan. Lokasi TPS digeser ke titik yang ada sinyalnya. Nggak sampai keluar dusun, masih dalam lingkup Dusun Ngotoko,” terangnya.
Sedangkan untuk rawan bencana, menurut Khoirul Umam terpantau tidak ada. Hanya saja karena intensitas curah hujan semakin meningkat belakangan ini, kondisi TPS harus dipastikan bisa mengantisipasi hujan deras.
“Jangan sampai berdampak pada surat suara basah maupun potensi kerawanan yang lain. Kalau kerawanan tukaran (berkelahi), yang tahu kepolisian. Yang rawan money politic, itu Bawaslu,” imbuh Umam.
Di Kabupaten Rembang, jumlah TPS dalam Pilkada 2024 sebanyak 1.053. Rinciannya, 1.052 TPS reguler dan 1 TPS khusus di dalam Rutan Rembang. (Musyafa Musa).

