
Rembang – Untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat Kabupaten Rembang, Radio R2B menggelar Talk Show Pilkada dengan tag line “Blak-Blakan”.
Lalu bagaimana tanggapan para calon Bupati dan Wakil Bupati, ketika dikonfirmasi kehadirannya dalam talk show tersebut, setelah surat undangan tertulis disampaikan ke tim masing-masing cukup lama, sejak awal bulan November ?
Calon Wakil Bupati 01, Zaimul Umam Nursalim memberikan sejumlah alasan. Pertama, masih ada kegiatan kampanye.
Setelah itu, meminta diagendakan usai debat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati di Hotel Pollos Rembang.
“Setelah debat saja mas,” tuturnya.
Begitu debat selesai, kami menawarkan sejumlah tanggal, supaya bisa memilih sendiri.
“Ya saya lihat dulu,” imbuh Gus Umam.
Tapi selang beberapa hari kemudian dikonfirmasi ulang, sama sekali tidak ada tanggapan.
Calon Bupati 01, Vivit Dinarini Atnasari juga kami tawarkan beberapa tanggal, untuk memilih sendiri kehadirannya. Bahkan sampai menjelang masa tenang.
Dari tim pasangan calon Vivit-Umam sempat berjanji akan mencarikan waktu. Namun belakangan Cabup Vivit Dinarini saat dikonfirmasi ulang, menjawab tidak bisa dengan alasan ada kegiatan.
“Maaf mas sudah ada jadwal kegiatan,” jawab Vivit.
Respon Paslon 02
Calon Wakil Bupati 02, Mochamad Hanies Cholil Barro’ saat diundang talk show, menyatakan akan menyesuaikan dengan agenda kampanyenya.
Sempat sekali berubah jadwal, tapi akhirnya Gus Hanies bisa hadir dalam talk show Blak-Blakan Bareng Gus Hanies pada Sabtu malam (16/11).
“Saya terbuka, pertanyaan apa pun, monggo ndak masalah, akan saya jawab,” ungkapnya.
Sementara itu, calon Bupati 02, Harno menjanjikan akan hadir dalam talk show antara Kamis malam atau Jum’at malam besok (21 atau 22 November 2024).
“Ya besok kulo kabari mas,” kata Harno.
Direktur Utama Radio R2B, Abi Wahono mengatakan talk show Pilkada menjadi sarana keterbukaan informasi publik, sekaligus menjalankan fungsi media yang merupakan representasi masyarakat dalam memperoleh informasi.
“Media juga harus kritis. Perkembangan informasi yang menjadi pertanyaan masyarakat, kita tanyakan langsung ke narasumbernya. Misal kenapa laporan harta kekayaan Gus Hanies hanya Rp 800 Jutaan, Gus Hanies langsung menanggapi dan disiarkan live tanpa sensor. Jadi clear, masyarakat bisa menilai langsung keterbukaan calon yang hadir. Hal-hal seperti itu, tidak mungkin ditanyakan dalam debat,” bebernya.
Abi Wahono menegaskan pihaknya tiap kali menjelang pesta demokrasi, selalu menjaga netralitas media. Apalagi sudah ditekankan melalui Surat Edaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah.
“Iklan kampanye calon, semua bisa pasang, sama. Ketika talk show Pilkada dari unsur relawan dan tim pemenangan beberapa waktu lalu, perwakilan pasangan calon 01 dan 02, semua hadir. Soal netralitas, kami jamin, nggak usah khawatir. Jika ada calon yang nggak hadir di talk show, nggak masalah, yang penting sudah kami tawari semua. Monggo publik yang menilai,” pungkas Abi. (Musyafa Musa).

