
Sulang – Proses pembangunan Embung Kaliombo, di Desa Kaliombo Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, telah mencapai 77 % pada pertengahan bulan Oktober 2026 ini.
Meski target selesai tanggal 30 Desember 2026, namun bisa saja waktunya akan lebih cepat.
Pejabat Pembuat Komitmen Air Tanah Dan Air Baku dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Aji Widyamatmoko menjelaskan Embung Kaliombo menghabiskan anggaran Rp 22 Miliar.
Kapasitas penampungan air sekitar 176 Ribu meter kubik, dengan luas genangan 8,6 hektar.
“Tinggi tubuh embung 10 Meter. Debit airnya 11 liter per detik,” tuturnya, saat Coffe Morning bersama Bupati Rembang, Kamis (15 Oktober 2026).
Menurutnya, keberadaan Embung Kaliombo lebih diprioritaskan untuk mengatasi suplai air bersih kepada masyarakat, terutama di musim kemarau.
Sedangkan pengairan lahan pertanian, hanya sekira 14 Hektar di wilayah hilir embung.
“Selain menambah air baku dan pengairan pertanian, bisa menjadi salah satu destinasi wisata, kalau embung sudah beroperasi,” terang Aji.
Aji menambahkan Embung Kaliombo sudah bisa menampung air, saat musim penghujan bulan Desember nanti.
Embung bisa terisi penuh air, membutuhkan waktu antara 6-8 bulan, tergantung intensitas curah hujan.
“Untuk mencapai ketinggian air operasional, butuh waktu 3-4 bulan. Tapi kalau untuk terisi penuh, butuh waktu 6-8 bulan,” bebernya.
Embung juga dilengkapi dengan pemasangan jaringan pipa transmisi sepanjang 3,4 kilo meter, rinciannya melintasi jalan kabupaten 3 Km dan jalan nasional 400 Meter.
“Saat ini kami masih mengurus rekomendasi teknis dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), harapan kami di bulan Oktober bisa terpenuhi, sehingga awal November pipa transmisi selesai semua,” kata Aji.
Sementara itu, Kepala Desa Kaliombo, Ngasmin mengakui keberadaan Embung Kaliombo sangat ditunggu-tunggu masyarakat, karena rencana itu sudah digagas sejak tahun 2008 silam.
“Daerah sekitar Kaliombo dan beberapa desa lain sering kekeringan kalau musim kemarau. Semoga dengan adanya embung, dapat meringankan beban warga, memenuhi kebutuhan air,” ujarnya. (Musyafa Musa).
