Pelaku Pembacokan Masih Sering Mengamuk, Bagaimana Proses Hukumnya ??
Terduga pelaku dan korban di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, Rabu (25/03).
Terduga pelaku dan korban di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, Rabu (25/03).

Rembang – Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang menjadi pelaku pembacokan, masih sering mengamuk di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, saat menjalani perawatan.

Kepala Seksi Informasi RSUD dr. R. Soetrasno, M. Nur Achdi Yustanto mengatakan terduga pelaku pembacokan hingga Kamis siang (26 Maret 2026) masih dirawat di bangsal jiwa atau Ruang Seroja.

“Terduga pelaku terindikasi sebagai ODGJ, sehingga dirawat di bangsal jiwa,” tuturnya.

Nur Achdi Yustanto menimpali pihaknya melakukan pengawasan khusus terhadap pria yang belum diketahui identitasnya tersebut.

“Kami masih menunggu penyelidikan aparat kepolisian, terkait identitas terduga pelaku. Masih nunggu kabar back up dari Tim Inafis Polres dan Tim Dinas Dukcapil, termasuk ada pendampingan dari Dinas Sosial,” imbuhnya.

Sedangkan untuk kondisi korban pembacokan, Hidayah (55 tahun), warga Desa Trahan Kecamatan Sluke, juga masih menjalani perawatan di RSUD Rembang.

Pasien akan menjalani operasi, setelah mengalami luka pada tangan kiri akibat dibacok pelaku.

Kapolsek Sluke, AKP Marjito maupun Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Alva Zakiya Akbar melalui Kaur Binops Satreskrim, Iptu Widodo Eko Prasetyo saat dikonfirmasi menyatakan kalau terduga pelaku dipastikan ODGJ, maka secara otomatis kasusnya tidak bisa dilanjutkan ke proses hukum.

“Ya betul, tidak bisa masuk ke ranah penyidikan mas,” terangnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang ODGJ membawa sabit sambil berteriak-teriak, Rabu (25/03). Tanpa sebab yang jelas, saat berpapasan dengan pengendara sepeda motor, ODGJ tersebut tiba-tiba mengayunkan sabit dan mengenai tangan kiri Hidayah.

Posisi korban kala itu sebagai pembonceng sepeda motor, sedangkan pengendara sepeda motor selamat. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan