
Rembang – Sejumlah pemain PSIR Rembang dengan tipe pendobrak tidak bisa tampil saat menjamu Persak Kebumen, di Stadion Krida Rembang, Kamis sore (12 Februari 2026).
Ilham Selano terkena akumulasi kartu kuning, kemudian Muhammad Ubaid mendapatkan kartu merah di pertandingan pertama melawan Persak, sehingga absen pada laga kedua. Selanjutnya, Ahmad Sena, masih belum pulih dari cidera.
Ketidakhadiran 3 pemain tersebut berdampak ke kualitas permainan Laskar Dampo Awang. Serangan pun menjadi kurang menggigit, bahkan sulit menembus benteng pertahanan Persak Kebumen.
PSIR akhirnya kalah 2 – 0 dari tim tamu, melalui gol sontekan kaki kanan Al Ahmad Vebiyanto dan tendangan bebas sangat keras dari kapten Persak, Wisnu Nugroho.
Hingga wasit dari Kabupaten Kudus, Dwi Purba Adi Wicaksana membunyikan peluit panjang, skor tidak berubah.
Hasil agregat menjadi 3 – 1, karena pertandingan pertama skornya 1 – 1. PSIR gagal melaju ke babak final. Persak akan berhadapan dengan Persibangga Purbalingga di partai final.
Afandi, salah satu pendukung PSIR berpendapat begitu tim ketinggalan, seharusnya serangan lebih variatif. Namun ternyata tidak berjalan sesuai harapan.
“Tapi mau bagaimana lagi, mungkin komposisi pemain juga terbatas. Pelatih sudah berusaha memasukkan sejumlah pemain baru. Tapi masih sulit menciptakan peluang matang, karena serangan mudah terbaca,” ungkapnya.
Penonton lain, Pratama mengaku kecewa tim yang dijagokannya tumbang di kandang sendiri.
“Menang kalah sebenarnya wajar, asal permainan ngotot dan bagus. Tapi ini di bawah perform, nggak seperti biasa,” tuturnya.
Laga PSIR menjamu Persak Kebumen disaksikan 5.830 penonton, sekaligus memecahkan rekor jumlah penonton, selama pertandingan Liga 4 di Stadion Krida.
Usai pertandingan, aparat kepolisian harus bekerja keras mengamankan situasi.
Selain fokus pada pengamanan pemain Persak dan wasit, mereka juga meredakan perkelahian antar penonton di Jalan Pemuda, depan Stadion Krida. (Musyafa Musa).

