Tiga Kampanye Dalam Satu Kegiatan : Literasi, Olahraga Dan Lingkungan (SMP N 3 Sale Jadi Lokasi HPN)
Rangkaian kegiatan HPN di SMP N 3 Sale, hari Kamis (05 Februari 2026).
Rangkaian kegiatan HPN di SMP N 3 Sale, hari Kamis (05 Februari 2026).

Sale – SMP N 3 Sale menjadi lokasi kegiatan dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026, Kamis (05 Februari 2026).

Sekolah yang terletak di Desa Tengger, Kecamatan Sale tersebut dipilih Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang. Meski di pelosok desa, namun semangat siswanya dalam mengenyam pendidikan, begitu terasa.

Penanaman pohon, Kelas Jurnalistik dan penyerahan alat olahraga menjadi kegiatan rutin, yang tidak pernah ditinggalkan tiap momentum HPN.

Ketua PWI Kabupaten Rembang, Musyafa Musa menuturkan hal itu sebagai sumbangsih kecil, dalam rangka menggiatkan literasi, semangat berolahraga dan kampanye kelestarian lingkungan hijau di sekolah.

“Tiap tahun HPN selalu kita arahkan ke sekolah-sekolah di daerah pelosok pedesaan. Kami ingin berbaur bersama mereka, berbagi informasi dan cerita-cerita menarik tentang jurnalistik. Tanam pohon, bagi kami ini sebuah kewajiban bersama untuk terus kita gaungkan dan jangan lupa adik-adik, rutin olahraga ya. Kalau badan sehat, mau ngapa-ngapain juga enak. Terimakasih dukungan Dinkominfo, DLH, serta SMP N 3 Sale yang berkenan menerima kehadiran kami,” terangnya.

Kepala SMP N 3 Sale, Asih Susilowati mengibaratkan PWI Kabupaten Rembang mau turun gunung, untuk bertemu dengan anak-anak didiknya.

“Tentu kami sangat berterima kasih, HPN dipusatkan di sekolah kami. Jauh-jauh dari Rembang ke Desa Tengger. Ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mendapatkan variasi pengetahuan di bidang jurnalistik,” tuturnya.

Asih menambahkan pihaknya memiliki buletin sekolah sebagai sarana mengenalkan keberadaan SMP N 3 Sale.

“Dari pelatihan ini, kami berharap siswa mengetahui dan bertambah semangat mengembangkan buletin sekolah. Bagaimana bisa mendeskripsikan mengenai sebuah peristiwa maupun kegiatan di sekolah, sehingga lebih mudah diakses masyarakat luas,” kata Asih.

Menurutnya, meski lembaga pendidikan formal, namun sekolahnya tetap merancang kegiatan rutin bernuansa keagamaan untuk menunjang pendidikan karakter anak.

“Sholat berjamaah, baca tulis Alqur’an maupun aktivitas keagamaan lain, tetap kita utamakan. Jadi bapak, ibu, orang tua/wali murid jangan khawatir menyekolahkan putra putrinya di sini. Kami akan memberikan yang terbaik,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan