
Sale – Keberadaan SMP N 3 Sale di Desa Tengger Kecamatan Sale menjadi sangat penting, karena sekolah tersebut terbukti mampu mengatasi anak putus sekolah.
Kepala SMP N 3 Sale, Asih Susilowati menuturkan saat ini ada 3 kelas, terdiri dari kelas 7 – 9.
“Masing-masing kelas, terdapat satu rombongan belajar. Total siswa ada 80 an anak,” terangnya.
Siswa yang masuk ke SMP N 3 Sale, berasal dari tiga desa, yakni Desa Bitingan, Desa Tengger dan Dusun Baraan Desa Sumbermulyo Kecamatan Sale.
“Pemasok utama ya dari 3 desa tersebut, karena posisinya paling dekat dengan sekolah,” imbuh Asih.
Asih menambahkan kalau tidak ada SMP N 3 Sale, akan banyak anak putus sekolah, karena posisi desa dengan sekolah lain cukup jauh.
Menurutnya, meski jumlah siswa relatif sedikit, tapi sekolah kedepan harus tetap dipertahankan, untuk memudahkan mobilitas siswa.
Apalagi semangat anak-anak maupun dukungan masyarakat sekitar tergolong luar biasa.
“Ke jalan raya kan Ngandang, mau ke Sedan atau Sale ya jauh. Kalau ke Kecamatan Gunem juga jauh. Alhamdulillah dengan berdirinya SMP N 3 Sale bisa mengangkat pendidikan, karena menekan seminimal mungkin anak putus sekolah. Setelah lulus SMP, bisa melanjutkan ke SMA/SMK Sale atau SMK N Gunem,” terangnya.
Asih sendiri tinggal di Sulang dan tiap hari naik sepeda motor melintasi jalur Sulang – Gunem – Trembes – Bitingan – Tengger. Rata-rata menempuh waktu perjalanan sekira 1 jam.
“Bapak ibu guru semangat, semoga anak-anak jauh lebih semangat belajar,” tandasnya.
Dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026, SMP N 3 Sale menjadi lokasi kegiatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang.
Selain penanaman pohon, PWI juga menularkan semangat literasi melalui program Kelas Jurnalistik. (Musyafa Musa).

