
Rembang – Rumah BUMN Rembang di halaman sisi barat Taman Kartini, mulai tahun 2026 ini tampil beda.
Koordinator Rumah BUMN Rembang, Achmad Ghufron Nurrosyid menjelaskan jika sebelumnya Rumah BUMN hanya berfungsi seperti ruang pameran, kini berubah menjadi toko oleh-oleh.
“Sejak berdiri tanggal 17 Agustus 2020 atau selama 4,5 tahun, di sini seperti ruang galeri display produk, sekarang menjadi toko oleh-oleh. Tampilan ruangan, rak produk, kita perbarui semua,” terangnya, Senin (26 Januari 2026).
Perubahan tersebut untuk semakin membantu meningkatkan penjualan produk-produk UMKM asli Kabupaten Rembang.
“Kita ingin semakin nge-push produk dari temen-temen. Sekarang di sini produknya semakin banyak, mencapai ratusan item. Semua produk asli Rembang, nggak ada titipan dari luar daerah,” tandas pria yang akrab disapa Ipong ini.
Dengan perubahan dari ruang pameran menjadi toko oleh-oleh ini, jam operasional Rumah BUMN pun ikut berubah.
Dari semula buka jam 08.00 – 17.00 Wib, kini jam operasional ditambah, sampai jam 22.00 Wib, hari Senin – Minggu.
“Senin sampai Minggu kita buka terus, dari jam delapan pagi sampai sepuluh malam. Tempatnya strategis, pinggir jalur Pantura, sehingga mudah dijangkau,” bebernya.
Ia berani memastikan harga produk yang dijual di toko oleh-oleh Rumah BUMN, menjadi yang termurah di Kabupaten Rembang.
“Kita di Rumah BUMN nggak boleh ada margin terlalu tinggi, rata-rata per produk Rp 2 Ribu. Pastinya menjadi toko oleh-oleh termurah di Kabupaten Rembang. Silahkan mampir dan buktikan sendiri,” pungkasnya.
Sementara itu, Public Relations Officer PT Semen Gresik, Okky Ibrahim Wibisono berharap keberadaan Rumah BUMN akan memberikan lebih banyak manfaat untuk kelangsungan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
“Semoga di tahun 2026 ini mendatangkan berkah untuk kita semua, terutama bapak ibu pelaku UMKM di Kabupaten Rembang,” kata Okky. (Diantoro/ Musyafa Musa).

