Budidaya Jamur Tiram, Baznas Rembang Libatkan Puluhan Warga!! Pemasaran Bagaimana ??
Penyerahan bantuan budidaya jamur di Balai Desa Gunem, Rabu (12/06). Ketua Baznas Rembang, Moh. Ali Anshory mengecek salah satu lokasi budidaya jamur.
Penyerahan bantuan budidaya jamur di Balai Desa Gunem, Rabu (12/06). Ketua Baznas Rembang, Moh. Ali Anshory mengecek salah satu lokasi budidaya jamur.

Gunem – Puluhan keluarga kurang mampu di Desa Gunem dan Desa Sidomulyo Kecamatan Gunem diberdayakan untuk melakukan budidaya jamur tiram.

Mereka yang tergabung dalam kelompok budidaya jamur tiram Berkah Nyukupi, mendapatkan bantuan baglog dan sarana peralatan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Rembang. Total ada 31 orang penerima bantuan.

Ketua Baznas Kabupaten Rembang, Mohammad Ali Anshory menjelaskan pihaknya terinspirasi oleh program jamur tiram yang lebih dulu digulirkan untuk masyarakat Desa Sumurpule Kecamatan Kragan.

Hasil evaluasi, ternyata cukup bagus, sehingga program tersebut diperluas ke desa lain.

“Sengaja kami memilih naik ke desa yang agak dataran tinggi, muda-mudahan hasilnya akan lebih bagus. Di dua desa ini, nilai bantuannya sekira Rp 100 Jutaan, dalam bentuk baglog jamur dan sarana peralatan,” ujarnya.

Ali menambahkan dipilihnya budidaya jamur, supaya masyarakat mendapatkan tambahan penghasilan yang bersifat jangka panjang.

“Ini sebagai pemantik awal, agar mereka nantinya bisa berkembang. Makanya kita dorong warga untuk semangat ngopeni jamur dari produksi sampai menghasilkan. Yang penting keberlanjutan usaha ini,” tandas Ali.

Meski baru dilaunching hari Rabu (12 Juni 2024) di Balai Desa Gunem, namun mayoritas warga penerima bantuan sudah berhasil memanen jamur tiram.

Salah satunya Rohmatul Anisa. Warga Desa Gunem ini mengaku rata-rata per hari memanen 0,5 – 1 Kg. Pesanan jamur sudah mulai berdatangan, tapi karena barang masih terbatas, sehingga menyesuaikan kondisi. Ia menjualnya Rp 20 Ribu per Kg.

“Ada yang pesan, tapi ya saya bilang sabar nunggu. Kalau barang siap, saya kirim. Alhamdulillah bantuan dari Baznas ini bermanfaat, semoga bisa terus berjalan kedepannya,” ujar Anisa.

Pemasaran Jamur

Aris Munandar, selaku pendamping budidaya jamur yang digandeng Baznas menjelaskan budidaya jamur dari persiapan baglog sampai panen terakhir, butuh waktu 140 hari atau 4,5 bulan. Kunci keberhasilan budidaya jamur adalah kerja keras dan kesabaran.

“Kalau orangnya malas, tanaman rawan kena hama. Kalau warga telaten, prospeknya sangat bagus. Targetnya tiap baglog dapat jamur seberat 3 ons dan minimal untung Rp 1.100,” tutur pria warga Desa Criwik Kecamatan Pancur ini.

Aris memastikan warga tidak perlu khwatir dengan pemasaran. Pihaknya siap menerima hasil panen dari warga dengan harga kemitraan Rp 15 Ribu per Kg.

Sementara itu, Camat Gunem, Kastari berjanji akan memberikan penghargaan bagi pembudidaya jamur terbaik.

“Baglog yang menghasilkan jamur terbanyak, nanti akan saya kasih uang pembinaan. Saya memacu panjenengan untuk lebih semangat,” ungkapnya.

Budidaya jamur ketika selesai, sekamnya bisa diolah lagi untuk pupuk, sedangkan plastik pembungkus baglog dapat dijual ke pengepul barang bekas. Setelah itu, diganti dengan baglog yang baru. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan