Tiap Rumah Dialokasikan Anggaran Berapa ?? PT. Djarum Bangun 16 Rumah Warga Kurang Mampu Di Kab. Rembang
Salah satu rumah yang dibangun, sebelum dan sesudah. (Foto atas) Rumah yang dibangun diserahterimakan oleh pihak PT. Djarum kepada pemilik, Kamis (29/10).
Salah satu rumah yang dibangun, sebelum dan sesudah. (Foto atas) Rumah yang dibangun diserahterimakan oleh pihak PT. Djarum kepada pemilik, Kamis (29/10).

Rembang – Perusahaan rokok PT. Djarum membangun 16 rumah sederhana layak huni bagi warga kurang mampu di Kabupaten Rembang.

Rinciannya, 8 unit di Kecamatan Sluke, 4 unit di Kecamatan Sulang dan 4 unit di Kecamatan Rembang.

Pembangunan rumah yang sudah selesai tersebut, diserahterimakan kepada pemiliknya di Pendopo Museum Kartini, hari Kamis (29 Oktober 2026).

Seorang warga Desa Punjulharjo, Rembang, Masduki (46 tahun) mengaku bersyukur rumahnya ikut direvitalisasi. Ia yang bekerja di tambak garam, sulit menata rumah, karena lebih fokus mencukupi kebutuhan rumah tangga.

“Penghasilan yang ada, buat menyekolahkan anak mas,” ungkapnya.

Masduki menyebut rumahnya semula banyak mengalami kerusakan. Keluarganya sering was-was, ketika hujan deras dan angin kencang. Namun sekarang kondisi rumah sudah layak, setelah mendapatkan bantuan dari PT. Djarum.

“Kan rumahnya berada di pinggir pesisir pantai. Pas angin, tetep takut. Kalau genteng mlebat kena angin, sudah biasa. Alhamdulillah sekarang sudah lumayan bagus,” ujar Masduki.

Bupati Rembang, Harno, berharap pada tahun mendatang jumlah bantuan rumah sederhana layak huni bisa ditambah.

“Tadi sudah saya sampaikan langsung. Dari 16, bisa minimal ke 50. Ya paling tidak, Rembang ada peningkatan,” tuturnya.

Sementara itu, Achmad Budiharto, General Manager Community Development PT. Djarum belum bisa memastikan, berapa jumlah rumah yang akan dibangun pada tahun depan.

“Saya belum janji, tapi insyaallah akan kita usahakan,” terangnya.

Achmad Budiharto menambahkan setiap rumah sederhana layak huni di Kabupaten Rembang, pihaknya mengalokasikan anggaran antara Rp 70 – 85 Juta.

“Dari 16 rumah itu ada 3 kategori. Yang dua kamar, rata-rata Rp 70 Juta, sedangkan yang 3 kamar habis Rp 82 Juta dan ada pula yang direnovasi kira-kira Rp 85 jutaan,” kata Achmad.

Achmad menambahkan syarat pembangunan rumah sederhana layak huni, tanah yang ditempati harus berstatus hak milik.

“Ada jaminan dari desa, bahwa tanah itu memang betul-betul tanah yang bersangkutan. Kalau tanah menumpang, belum bisa,” imbuhnya.

Menurutnya, selama tahun 2026, PT. Djarum membangun 500 unit rumah, dengan rincian 400 unit di Kabupaten Kudus dan 100 unit disebar ke berbagai daerah lain.

Jika ditotal sejak tahun 2022 lalu, sudah dibangun 978 rumah dan 3.825 sanitasi untuk masyarakat kurang mampu. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.