
Rembang – Bupati Rembang, Harno berharap Karang Taruna bisa menjadi wadah lahirnya pemimpin muda yang semangat dan inovatif.
Bupati menyampaikan hal itu saat membuka kegiatan Apel dan Akademi Karang Taruna Kabupaten Rembang, di Bumi Perkembahan Karangsari Park, Sabtu pagi (04 Juli 2026).
Ia mendorong Karang Taruna menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, untuk melaksanakan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Bangun kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan maupun berbagai elemen, agar setiap program yang dijalankan, benar-benar mendapatkan manfaat nyata,” tandasnya.
Bupati menegaskan Pemkab Rembang berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi generasi muda, untuk berkarya dan berkontribusi kepada daerah.
“Kami berharap lewat Karang Taruna akan lahir generasi muda yang punya integritas, peduli terhadap sesama, mampu menciptakan peluang usaha dan kegiatan sosial yang berdampak positif,” ujar Harno.
Harno kemudian menyampaikan pantun, yang langsung disambut tepuk tangan anggota Karang Taruna.
“Pohon jati tumbuh menjulang, akarnya kokoh menembus bumi. Jadilah pemuda berjiwa pejuang, mengabdi tulus demi kemajuan negeri. Mentari pagi bersinar terang, embun bening menghiasi taman, akademi karang taruna menjadi ruang, menimba ilmu menguatkan pengabdian,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Rembang, Dumadiyono menyatakan Apel dan Akademi Karang Taruna diikuti 371 peserta.
“Meliputi Ketua Karang Taruna Desa/Kelurahan se-Kabupaten Rembang, berjumlah 294. Kemudian Ketua, Sekretaris, Bendahara pengurus kecamatan sebanyak 42 dan pengurus Karang Taruna Kabupaten Rembang 35 peserta,” bebernya.
Dumadiyono yang juga anggota DPRD Rembang ini menambahkan apel dan akademi, tidak hanya sebagai ajang silaturahmi antar pengurus, tetapi turut memberikan bekal pemantapan kepada pengurus.
Mulai dari kepemimpinan, kewirausahaan, kesetiakawanan sosial dan kepedulian lingkungan.
“Ada materi-materi yang kita sampaikan kepada pengurus sepanjang hari Sabtu ini,” tandas Dumadiyono.
Pengurus kecamatan dan kabupaten menginap di Bumi Perkemahan Karangsari Park, sampai Minggu pagi, menggunakan tenda-tenda camping.
Dumadiyono mengaku sengaja menggelar kegiatan di Bumi Perkemahan Karangsari Park, supaya lokasi tersebut kembali menggeliat, setelah cukup lama tidak difungsikan.
“Semoga kedepan akan semakin banyak komunitas datang memanfaatkan Bumi Perkemahan dan ramai lagi kawasan ini,” pungkas Dumadiyono. (Musyafa Musa).

