Nama Pendaftar Hilang, Warga Tuding SPMB Online Di Rembang Plin-Plan
SPMB Online di Rembang menuai protes, menyusul adanya nama pendaftar tiba-tiba hilang.
SPMB Online di Rembang menuai protes, menyusul adanya nama pendaftar tiba-tiba hilang.

Rembang – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berbasis online di Kabupaten Rembang menuai sorotan masyarakat.

Hal itu terkait nama pendaftar di jenjang SD, yang semula muncul dalam sistem, namun tiba-tiba hilang.

Wanto, seorang warga Desa Tireman, Rembang mengaku mendaftarkan anaknya di SD N 4 Kutoharjo Rembang, pada hari Senin (08/06).

Hari Senin dan Selasa (09/06), nama anaknya masih terpampang dalam sistem online tersebut. Tapi di hari Rabu (10 Juni 2026), nama anaknya hilang.

“Jadi tidak terdaftar di pilihan sekolah pertama maupun pilihan kedua. Akhirnya kosong. Padahal dua hari sebelumnya, saya pantau masih ada,” ungkapnya.

Saat ia bertanya kepada pihak sekolah, mereka tidak bisa berbuat apa-apa, karena hal itu berkaitan dengan sistem.

“Sistem menghapus pendaftaran beberapa pendaftar yang berdomisili agak jauh dari Kutoharjo dan Desa Tireman termasuk yang dihapus. Nggak saya saja, tapi ada beberapa pendaftar lain,” kata Wanto.

Wanto menambahkan kalau memang warga Desa Tireman tidak bisa mendaftar di SD N Kutoharjo, seharusnya diumumkan sejak awal, sehingga ia bisa langsung mencari alternatif lain.

“Kenapa kok tidak diumumkan sebelumnya, padahal kita sudah daftar, ikut pemeringkatan, tapi mendadak hilang. Kalau diberitahu dari awal, kita kan nggak perlu repot-repot seperti ini,” keluhnya.

Wanto berpendapat dalam penerimaan murid baru, masyarakat idealnya diberikan skema bersaing secara sehat di sekolah yang menjadi pilihan.

Baru setelah selesai, dapat diarahkan ke sekolah lain yang masih kosong atau butuh murid.

“Biar masyarakat berkompetisi dengan mandiri. Kalau seperti ini, kebijakan plin plan. Ada unsur penghilangan data digital, secara sengaja oleh pihak yang mempunyai wewenang. Bagi saya, ini pelanggaran berat,” beber Wanto.

Atas kondisi tersebut, anaknya terpaksa beralih mencari sekolah lain dan menghadapi situasi tergesa-gesa, mendekati penutupan.

Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Rembang, Kapti Prastiyo Aji menanggapi hilangnya nama-nama pendaftar tersebut, disebabkan sistem aplikasi yang masih ada daerah zona domisili, tapi tidak ada dalam surat keputusan (SK) Bupati dan Peraturan Kepala Dindikpora.

Menurutnya, beberapa sekolah yang masih tersedia kuota, akan dibuka gelombang kedua.

“Kalau sekolah di sekitar Alun-Alun, yang masih ada kuota SD N 5 Kutoharjo,” ujarnya.

Ia juga memohon maaf kepada masyarakat, karena SPMB online baru diterapkan tahun pertama ini dan belum sempurna.

“Pangapunten kalau belum sempurna dalam SPMB online di tahun pertama,” pungkas Kapti. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.