
Lasem – Bagaimana kabar koperasi syariah BMT Bus Lasem, di bulan Mei 2026 ini, setelah hantaman kebangkrutan dan sulitnya mencairkan uang simpanan anggota ?
Pihak Pemkab Rembang menyebut masih stagnan atau tidak mengalami perkembangan berarti.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Dan UKM Kabupaten Rembang, Mahfudz, Rabu (13 Mei 2026) mengatakan pihaknya sama sekali tidak mendapatkan laporan tentang aset BMT Bus Lasem, berapa yang sudah dijual dan uangnya digunakan untuk mengembalikan simpanan anggota dalam jumlah berapa.
“Stagnan. Kami nggak dapat laporan, sama sekali nggak ada informasi. Terakhir kali kita dengar ada tim pelaksana bertugas menelusuri aset, aset yang terjual berapa dan uang simpanan anggota yang sudah dibayar berapa, kita nggak dapat kabar apa pun,” ungkapnya.
Mahfudz menambahkan masalah tersebut sebenarnya juga sudah mendapatkan perhatian dari Kementerian Koperasi.
Tapi sayang, masih banyak kendala yang sulit terurai, sehingga uang simpanan anggota yang mencapai Rp 1 Triliun lebih, belum jelas akan dibayarkan sampai kapan.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Alva Zakiya Akbar melalui Kaur Binops Satreskrim, Iptu Widodo Eko Prasetyo mengakui sampai saat ini, penanganan perkara BMT Bus Lasem, masih tahap penyelidikan.
Ia mengungkap penyebabnya ada beberapa bukti yang belum lengkap, sehingga sampai sekarang belum naik ke tingkat penyidikan.
“Masih proses lidik mas. Ada beberapa bukti yang belum lengkap,” kata Widodo.
BMT Bus Lasem sempat menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada tanggal 29 Juni 2024 lalu di kantor pusat, sebelah timur Terminal Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Kala itu, Ketua pengurus BMT Bus Lasem, Abdullah Yazid berjanji pengembalian uang anggota akan dilakukan dalam kurun waktu 3 tahun.
Namun janji tersebut, belum ada tindak lanjut yang melegakan. Justru kantor pusat BMT Bus Lasem sudah lama tutup. Halaman dan pagar kantor banyak ditumbuhi semak belukar.
“Kemana lagi kami meminta keadilan, dari hasil keringat kami sendiri. Tentu kami sulit untuk bisa ikhlas, sulit mas,” keluh Dwi, salah satu warga di Kabupaten Rembang yang menyimpan uang di BMT Bus Lasem. (Musyafa Musa).

