
Pamotan – Pihak kepolisian menyebut tidak ada korban, saat kericuhan yang terjadi dalam pentas dangdut Orkes Melayu (OM) Adella di lapangan Desa Sendangagung Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Jum’at sore (16 Januari 2026).
Kapolsek Pamotan, AKP Sulhan Mulyadi menjelaskan kericuhan antar penonton diduga karena saling senggol, ketika bergoyang di depan panggung.
Setelah itu, terjadi saling lempar kursi dan kejar-kejaran, sehingga aparat kepolisian harus turun tangan menengahi. Padahal pentas dangdut baru berjalan sekira 15 menit.
Meski demikian, tidak ada korban yang mengalami luka serius.
“Meski kursi-kursi beterbangan, namun tidak sampai ada korban mas,” tandasnya.
Pentas dangdut sempat dihentikan. Ia menyampaikan kepada penonton kalau ingin dilanjutkan, penonton harus ikut menjaga keamanan dan tidak boleh terjadi kericuhan lagi.
Selanjutnya pentas dilanjutkan, akhirnya selesai sampai pukul 16.30 Wib, tanpa ada perkelahian lagi.
“Saya naik panggung, saya bilang kalau 1 lagu kok ricuh, akan kita hentikan. Penonton bilang mulai pak, mulai. Kita coba 1 lagu, ternyata habis itu kondusif sampai selesai,” imbuh Kapolsek.
AKP Sulhan membenarkan seusai pentas dangdut, kemungkinan masih ada pihak yang merasa sakit hati. Mereka berusaha menghadang kendaraan di jalan, saat akan pulang.
Polisi berupaya memberikan pemahaman. Situasi lalu lintas berangsur-angsur bisa kembali lancar dan tidak ada gesekan susulan.
Pentas Adella di Desa Sendangagung Kecamatan Pamotan ini, dalam rangka memeriahkan ulang tahun ke-5 Koperasi Punjul Rejeki Group (PRG).
“Koperasi ini berada di berbagai daerah, pelaksanaan ulang tahun koperasi digilir. Kebetulan ada pengurus koperasi di Sendangagung, tahun ini dilaksanakan di Desa Sendangagung,” pungkas Kapolsek. (Musyafa Musa).

