Buka 9 Loket Pelayanan!! Warga Pati Memadati Kantor Pos, Kirim Surat Kepada KPK

Warga Pati mengirimkan surat kepada KPK di Kantor Pos Pati, Senin (25/08).

Warga Kabupaten Pati mengirimkan surat kepada KPK di Kantor Pos Pati, Senin (25/08).Pati – Warga Kabupaten Pati yang mengatasnamakan Masyarakat Pati Bersatu, hari Senin (25 Agustus 2025) menggelar aksi jalan kaki, dari Alun-Alun Pati menuju Kantor Pos Pati di Jalan Panglima Sudirman berjarak sekira 1 kilo meter.

Mereka mengirimkan surat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang isinya mendesak agar Bupati Pati, Sudewo ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan, dalam kasus dugaan korupsi pembangunan rel kereta api di Jawa Tengah, saat Sudewo masih menjabat anggota DPR RI dulu.

Supriyono “Botok”, seorang koordinator aksi mengklaim jumlah surat yang dikirim mencapai ribuan.

“Untuk biaya pengiriman surat, ditanggung oleh warga masing-masing, karena ini murni gerakan masyarakat,” tandasnya.

Warga Pati lainnya, Casandra meyakini surat akan sampai ke KPK.

“Kan lewat Kantor Pos, resmi ini, jadi nggak main-main, percaya pasti akan sampai suratnya,” ujarnya.

Casandra berharap siapa pun nanti sosok yang akan menggantikan Sudewo, wilayah Kabupaten Pati bisa menjadi lebih baik.

“Pati cinta damai, harapan saya siapa pun Bupati nya nanti, Pati akan lebih baik,” imbuh Casandra yang selama aksi long march, memilih naik mobil berwarna putih ini.

Banyaknya massa yang datang, membuat Kantor Pos Pati menyiapkan 9 loket pelayanan.

Excekutif Manager Kantor Pos Pati, Yudi Hadiyanto mengungkapkan pengiriman surat dikenakan biaya Rp 14.000 per buah.

Surat akan langsung dikirim hari Senin ini, dengan estimasi waktu untuk sampai ke gedung KPK, butuh waktu dua hari.

“Ya betul, akan langsung dikirim hari ini. Dua hari sampai. Untuk biaya, Rp 14.000 per surat, masuknya reguler,” terangnya.

Selama masyarakat berduyun-duyun ke Kantor Pos Pati, tampak sebuah truk trailer berada di tengah jalan, depan Kantor Pos.

Seorang wanita di atas truk, berulang kali mengobarkan semangat melalui pengeras suara, mengingatkan untuk tetap memantau Tim Pansus pemakzulan Bupati Pati di DPRD.

“Jangan lupa nanti siang yang ingin memantau jalannya Tim Pansus, monggo hadir ke DPRD Pati,” ucapnya lantang.

Sekira pukul 12.30 Senin siang, massa mulai berangsur-angsur membubarkan diri. Sebagian kecil terlihat kembali ke posko di depan Kantor Bupati Pati. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.