Anies Baswedan Tekankan Santri Bersikap Kritis, Ada Pertanyaan Muridnya Sampai Sekarang Belum Terjawab
Anies Baswedan saat menjadi pengajar dalam kuliah tamu di Ma’had Aly Nurussalam Mubarok Desa Narukan, Selasa (10/09).
Anies Baswedan saat hadir menjadi pengajar dalam kuliah tamu di Ma’had Aly Nurussalam Mubarok Desa Narukan, Selasa (10/09).

Kragan – Anies Baswedan berkunjung ke pondok pesantren Alqur’an di Desa Narukan Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, hari Selasa (10 September 2024).

Pondok pesantren tersebut, diasuh oleh ulama Gus Baha. Anies dengan didampingi Kiai Nasirul Mahasin, kakaknya Gus Baha, kemudian berjalan kaki menuju Ma’had Aly Nurussalam Mubarok, sebuah lembaga pendidikan tinggi yang dikembangkan pondok pesantren tersebut.

Sampai lokasi, Anies Baswedan menjadi pembicara kuliah tamu. Ia langsung disambut antusias ratusan santri, dengan lagu pembebasan.

Dalam paparannya, Anies memberikan 4 pesan kepada para santri. Pertama, memanfaatkan teknologi digital, kedua menguasai bahasa internasional, kemudian selalu ingin tahu dan giat belajar, sedangkan yang terakhir bersikap kritis.

“Kadang pertanyaan kritis itu membuat kita harus berpikir ekstra. Saya dulu pernah mengajar Bahasa Inggris, ada murid saya yang kritis. Dia tanya apa bahasa Inggrisnya unyeng-unyeng, waduh sampai sekarang belum terjawab,” kenangnya disambut tawa para santri.

Anies juga membuka ruang diskusi. Termasuk mengetes ketrampilan bahasa Korea dari seorang santriwati.

Anies menantang bahasa Koreanya, “Saya Hari Ini Sehat..”, ternyata  berhasil dijawab oleh santriwati asli Kediri Jawa Timur tersebut.

“Ini hebat lho,” sambung Anies.

Ma’had Aly Internasional

Anies selanjutnya membagikan kaos kepada 5 santri yang maju kedepan dan berani mengajukan pertanyaan. Ia mengapresiasi siswa yang aktif.

Menurutnya, mereka yang berjuang dan berani tampil, akan mendapatkan kesempatan.

“Setiap ada kesempatan baik, apapun, ambil, diingat-ingat ya. Coba kalau tadi saya sampaikan dari awal yang bertanya dapat kaos, pasti akan ramai-ramai bertanya kan,” imbuhnya.

Sementara itu, kakak Gus Baha, Kiai Nasirul Mahasin mengaku mengundang Anies Baswedan, karena jebolan pendidikan Amerika yang sangat dinantikan untuk berbagi pengalaman.

“Aku kepengin santri sini kalau alim kitab, harus seperti mas (Gus) Baha. Kalau sekolah Amerika, seperti mas Anies, gampangane seperti itu,” terangnya.

Kiai Nasirul Mahasin yang juga mantan Wakil Bupati Rembang ini menambahkan santri/santriwati perlu mendapatkan suntikan semangat dari tokoh-tokoh hebat, karena pihaknya ingin membangun Ma’had Aly bertaraf internasional. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.